Hilangnya Keindahan Permadani...

Menari..bernyanyi penuh riang
Menabur simpati diatas permadani 
Tak lelah hidup turuti ambisi
Terbang melayang kian mengalang

Indahnya permadani dijadikan penghias diri
Sarana alas kaki tutupi perangai 
Sayang..disayang permadani lupa diri
Akan arti hidup nan hakiki

Hingga sujud tak lagi beralas permadani
Duduk diantara dua sujud rasakan dingin & kerasnya keramik
Oh..permadani tidakkah sadar akan pernak pernik
Tempatmu lebih tinggi diantara ambisi duniawi...

AJP 84...

Ketika segumpal asa menari dipelupuk mata
Tak bergeming diri meniti bebatuan terjal
Menatap jejak tertinggal
Akan bait cerita dalam ketukan 

Satu persatu berada diseberang mata
Menggores pena merengkuh impian 
Satu persatu melukis mayapada
Warnai kehidupan nan penuh makna

Lalu...satu persatu diantara kita
Mulai telusuri jejak terlupa
Merajut kembali akan luahan rasa
Berbagi suka hadirkan ceria...AJP 84.

02 July lalu...

Lama menatap buku usang nan terikat
Kembali angan melayang terbentang layar lebar
2 july ketika pena menggores lembar demi lembar
Dalam buaian kidung asmara yang menggamit erat

Melukis nirwana merengkuh sejuta mimpi
Luahan kasih seakan tak bertepi
Kini hanya tersisa segumpal janji teronggok berteman sepi
Biarlah buku usang kan menjadi saksi akan kasihku teruntuk buah hati...