Tips untuk Move On hindari Lambe Turah berujung Ghibah



Dear,

Ada beberapa tips, buat para sahabat yang masih belum dapat menerima keadaan or belum move on, mungkin ini adalah waktunya belajar untuk melupakan dari sesuatu yang membuat kita broken heart or patah hati. Aku katakan ini adalah waktunya karena beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan dan rasanya tidak perlu aku jelaskan Keberkahan dari Bulan suci Ramadhan. 
inilah tipsnya.

  1. Perbanyak amal ibadah, istighfar dan Shallawat
  2. Jangan merasa diri yang paling benar apalagi menjadi Lambe Turah, fitnah and nyebar foto sana-sini akhirnya menjadi Ghibah. Ingat Bulan Ramadhan
  3. Harus yakin bahwa rasa sakit akan kehilangan dari apa yang kita senangi, sayangi or cintai ada begitu banyak hikmah yang kita peroleh
  4. Kita telah lalai atau mungkin terlena, bahwa rasa kasih sayang & cinta sepenuh hati seharusnya ditujukan hanya pada Sang Pencipta bukan pada manusia (hablum Minallah)
  5. Bahwa apa yang kita rasa saat ini adalah yang terbaik untuk kita. Ingat Allah memberi cobaan tidak melebihi batas kemampuan umatnya
  6. Jangan pernah memberi kepingan hati disaat masih merasa sakit or menyendiri karena itu hanyalah bagian dari kompensasi dari rasa sakit yang dirasa.
  7. Nah terakhir untuk yang sudah memiki anak, jadikanlah anak itu kekuatan jiwa dari rasa tanggung jawab dan kewajiban sebagai orang tua. Buat yang masih jomblo jadikanlah sahabat yang baik untuk dapat memicu satu rasa dan kata, yaitu masih ada yang lebih baik dan melebihi segalanya dari sebelumnya. Move On ya Sahabat. Thanks.

Karunia Ilahi...

Tak bermaksud tuk merancah rasa
Bila tiada untaian kata iringi sapa
Sudah saatnya meredam gejolak jiwa
Ketika ramadhan berada dipelupuk mata

Kuingin merengkuh amal dalam ibadah
Mendekat... & terus mendekat pada karunia Ilahi
Lucuti segala nafsu duniawi
Hempaskan segala rasa tak faedah

Teruntuk kamu...kamu & kamu semua
Maafkan atas segala khilaf yang ada 
Istimewakan satu bulan penuh makna
Semoga Keberkahan Ramadhan hampiri kita semua...
Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Black and White...



Akan tiba waktunya kelak
Ketika rasa tak lagi menggugah
Hitam terlihat menjadi putih
Putih tersingkir tak dapat mengelak

Insan saling mencela
Menghujat mencari pembenaran
Merasa paling sempurna
Berdiri angkuh ditanah lapang tak bertuan

Petaka telah ingatkan
Sebelum terlambat nafas tersengal
Lucuti segala kemunafikan
Bersihkan hati kembali ketitik awal..

Pemimpin...3-P

"Apa-apaan sih loe Jo..!?. Pokoknya gue nggk setuju kalau loe sama bapak-bapak yang ada disini nunjuk gue sebagai pemimpin". Sungut Paimin marah suaranya agak keras. Saat dengan tiba-tiba Paijo mendeklarasikan dirinya untuk menjadi pemimpin didepan bapak-bapak yang sedang berkumpul  di warungnya mpok Emon.
"Loe khan tahu sendiri. Mimpin keluarga aja..gue nggk becus. Apalagi mimpin yang lain Jo. Sungut paimin lagi namun mulutnya masih aja nyerocos. Hhe..bahasa mana itu ya !?.
"Loe ngomong apa sih Min. ?." Sahut Paijo mengernyitkan dahinya nggak habis pikir dengan apa yang diomongin oleh Paimin. Namun Paimin tidak menanggapinya malah ia tetap nyerocos hingga membuat bapak-bapak yang lain'pun semakin nggak ngerti dan saling bertanya satu dengan lainnya.
"Pokoknya gue nggak setuju."Sahut Paimin
"Mending loe cari pemimpin yang lain. Bagusnya yang punya istri. Apalagi istrinya soleha. Dia bisa berperan untuk memberi kesejukan sama suaminya saat akan mengambil keputusan." Sahut Paimin kesal.
"He..Min !!. loe salah minum obat ya ?." Sahut Paijo menggoda.
"Jaka Sembung nih orang." Sahut Paijo lagi sambil nyengir diiringi tawaan bapak-bapak yang berada di warungnya mpok Emon. Sementara Paimin hanya manyun tak bereaksi.
"Gue nunjuk loe sebagai pemimpin untuk mimpin bapak-bapak ini kerja bhakti bersihin selokan Min."kata Paijo santai namun membuat muka Paimin memerah menahan malu.

"Min..Min. makanya loe kawin lagi deh Min. Supaya tenang hidup loe." hhe..