HBD My Son

Terbuai rayuan dan janji manis

Bila kita sering bersosialisasi hingga jauh kepelosok perkotaan maupun pedesaan, banyak sekali ragam cerita yang kita temui dari masalah yang dihadapi dalam kehidupan ini. Walau klisenya terhimpit kebutuhan ekonomi, namun ada sesuatu yang kita dapati diluar nilai ekonomi itu sendiri.

Alkisah kali ini bercerita tentang hilangnya rasa tanggung jawab dari seseorang, setelah merasakan manisnya untaian kasih namun seketika hilang tak tahu rimbanya tinggalkan derita bagi pasangannya.

Semula wanita berusaha untuk mempertahankan kehormatannya namun karena terbujuk rayu terus menerus dan terbuai janji-janji manis namun palsu, akhirnya tak kuasa untuk menahan godaan dan menyerahkan segala sesuatunya yang seharusnya benar-benar dijaga hingga waktunya tiba.

Bila sudah terjadi, apa mau dikata. Yang tertinggal hanya rasa penyesalan menggelayuti dalam kehidupan. Segalanya dirasa dan ditanggung dalam kesendirian. Rasa malu, rasa sakit menjadi satu dalam memikul beban kehidupannya.

Namun bila sudah terjadi bukan berarti harus lari dari kenyataan hidup karena Allah SWT selalu menerima tobat dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bagi hamba-hambanya yang mau bertobat dan menjalani kehidupan ini dengan ketegaran, kesabaran dan ketawakalan. Inshaa Allah.

Berkenaan hal itu pulalah, goresan ini hadir bercerita tentang seorang wanita yang dirundung derita karena perbuatan seorang pujaan hati yang tidak bertanggung jawab sehingga menjalani beban kehidupannya seorang diri untuk menghidupi buah hatinya.

Semoga goresan ini bermakna dan menjadi pembelajaran dan contoh dalam menjaga amanah dan kehormatan.

Bergulir air mata bunda tak kuasa menahannya
Menatap penuh haru buah hati tertidur dipangkuan
Penyesalan seakan tiada jeda arungi kehidupan
Kesalahan yang dilakukan tak dapat merubah langkahnya

Tertunduk lesu teringat masa lalu
Kata tak dihirau turuti hawa nafsu
Termakan rayu tak dapat menolak
Hingga tergelincir salah berpijak

Hanyalah tinggal kenangan membawa luka
Terbuai mimpi indah tersudut derita
Pujaan penabur duka tak tahu rimbanya
Manis direngkuh tiada tanggung jawab dipikulnya

Kini hanyalah kesendirian menanggung beban
Hidupi buah hati hingga banting tulang
Tiada yang menopang harapnya ada yang datang
Bagai pujaan ringankan pengorbanan

Comments