HBD My Son

Hidup berada dipersimpangan

Hidup bagai berada dipersimpangan, mungkin sebagian manusia merasakan dan dihadapkan pilihan seperti itu ketika diri merasakan benturan atau problema yang dialami. Namun hidup juga pilihan yang harus disikapi dan dicermati. Salah jalan akan ada rasa sesal dikemudian hari.

Hidup bagai berada dipersimpangan, ketika jiwa mulai berontak dan menyadari. Pilihannya tetap melangkah atau terhenti tak berarti karena ada atau tidak adanya diri kita dalam setiap perjuangan, waktu akan tetap terus berputar hingga diujung penantian.

Hidup bagai berada dipersimpangan, bila tak ingin salah jalan tentukan pilihan hidup hanya sesuai dengan curahan rasa agar nurani kita tetap bicara menentukan jalan yang akan kita lalui dalam mengarungi kehidupan ini. kesabaran, keikhlasan dan rasa bersyukur adalah kunci dari kehidupan yang kita arungi untuk dapat menepis dari segala godaan sekitarnya.

Rasa sabar, keikhlasan dan bersyukur tercipta bila kita senantiasa dekat dengan Sang Pencipta, dukungan keluarga dan sahabat yang bersahaja akan mempermudah langkah kita untuk menentukan pilihan jalan yang akan dilalui. Pilihan yang ada apakah sesuai hati nurani atau tanggalkan nurani dan nilai hakiki dengan konsekuensi terpuruk diri dalam kenistaan yang berkepanjangan.

Hidup bagai berada dipersimpangan, semoga jalan yang kita pilih sesuai dengan kaedah-kaedah dan norma-norma apa yang telah menjadi keyakinan kita sebagai manusia biasa yang telah tercipta untuk membawa dan memberi kebajikan dan manfaat bagi keluarga dan sesama. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Tersenyum diri melihat kesemuan hati
Saling menguji saling mencoba memiliki
Norma bukan lagi menjadi pegangan
Kodrat tak lagi diindahkan

Hidup bagai berada dipersimpangan
Tak pandai memilih akan salah jalan
Bertanyapun percuma karena tak diabaikan
Arah akan dialihkan hingga langkah melelahkan

Tak guna menoreh rasa tinggalkan lara
Lebih baik tanamkan rasa tak perlu tergoda
Lain nampak bak hamparan sutra
Didapat hanya hadirkan duka nestafa

Apa yang dicari hanya sebatas fatamorgana
Jauh menggoda dekat tertipu netra
Sadarlah hidup hanya sepenggal masa
Segalanya kan sirna bila kehendak bicara

Comments