HBD My Son

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita yang tercipta dari segala rasa suka maupun duka yang menghiasi kehidupan ini, bila suka janganlah kita merasa jumawa bila duka tak perlu juga larut dalam cerita hingga berujung nestafa.

Hidup ini penuh misteri terkadang kita tak dapat mengerti akan alur sebuah cerita. Satu rasa bahagia yang semula melingkupi diri karena sesuatu hal seketika berubah menjadi duka. Rasa sesal adalah wajar namun bukan berarti terbawa dalam rasa berkepanjangan. Ada saatnya kita merenung, ada saatnya pula kita bangkit untuk mengejar segala harapan mewujudkan mimpi.

Tak dapat dipungkiri terkadang kegagalan membuat diri merasa trauma akan masalah yang ada namun bila kita menyikapi bahwa kegagalan adalah sesuatu keberhasilan yang tertunda. Selain itu hidup bukan hanya untuk diri sendiri namun hidup harus dapat memberi rasa suka bagi sekitarnya.

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita, yaitu goresan bercerita seseorang yang tengah dilanda duka mencoba untuk bangkit kembali dari ketepurukan. Duka bukan karena perbuatannya bukan juga karena ketidak setiaannya dari segala janji yang dibuatnya atau curahan hati yang diberikannya namun duka karena pujaan hati telah mengingkarinya, meninggalkan dirinya dalam kesendirian. Begitulah hidup bagai sebuah cerita yang tidak pernah kita ketahui ujungnya

Semoga kita semua merasakan kebahagian bersama pujaaan hingga kelak menutup mata dalam belaian cinta kasih. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Perlahan namun pasti hari-hari kembali bersemi
Lalu berselimut sepi kini mulai meniti
Tak ingin terulang untuk kedua kali
Terperisai hati arungi hidup berarti

Cukup sudah rasakan pahitnya dilema
Lelah terasa jalani kegetiran jiwa
Terpenjara merana tersudut dalam nestafa
Ingin berontak tak bisa bagai terikat diatas bara

Biarlah yang lalu kian membeku
Tak perlu menyibak karena akan berlalu
Segalanya selalu ada masanya
Ada tiada hanyalah torehan sebuah cerita

Biarlah hidup lalui dalam kesendirian
Lebih baik seperti ini tak ada yang perduli
Tak harus mengisi relung jiwa lainnya
Hanya temani jiwa meronta kembali menyepi

Comments