Pesona Jogja yang menggoda

Pesona Jogja yang menggoda. Walau telah sering kali menginjakan kaki dikota Jogja atau kota Gudeg yang terkenal, namun rasa ingin kembali lagi begitu menggoda. Dari tempat wisata dengan pemandangan alami yang begitu indah hingga peninggalan sejarah bangsa telah membuat kaki enggan untuk beranjak mengagumi akan keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa.

Bila malam tiba dan enggan kemana-mana kita dapat menikmati jajanan lesehan disepanjang Jl. Malioboro sambil sesekali ikut berdendang dengan para seniman jalanan yang kian berperan menambah suasana menjadi lebih ceria.

Keramah tamahan dan keakraban para penduduk Jogja ikut andil memberi nuansa tersendiri hingga para turis manca Negara dan domestic kian betah menikmati kota dengan penuh sejarah akan perjuangan bangsa yang pernah menjadi Ibu Kota sementara Negara Republik Indonesia.

Pesona Jogja yang begitu menggoda, benar-benar telah menggoda diri hinggga terbuai dalam lamunan dan tercipta goresan tentang Jogya ketika kaki berpijak hingga beranjak meninggalkan kota nan penuh kenanganan ini.
Puisi ketika kaki berpijak kembali dikota Jogja.

Tiada sambutan hangat nan merindu
Pepohonan terdiam tak bersuara
Kemegahan alam seakan membisu
Lelah terlelap dalam peraduannya


Namun masih terlihat setangkai bunga layu dipasar kembang
Memudar rona tiada mewangi tertunduk malu
Berprasangka hadirku bagai kumbang
Peneguk madu menghilang dalam satu waktu

Jogja kharismamu hantarkan keindahan
Diantara denyut nadi sepanjang Malioboro
Menggores sejarah akan perjuangan
Memegang teguh akan tatanan & toto kromo

Puisi ketika kaki merasa berat untuk beranjak dari kota Jogja.

Penuh haru berpaling sejenak
Terasa berat langkah untuk beranjak
Tetap memanggil namaku
Dengan segenggam harapan nan syahdu


Pesonamu telah memukau diriku
Merasuk sudah hingga kerelung jiwa
Lantunkan syair tentang cinta
Seakan enggan meninggalkanmu

Senyummu sejenak hilangkan rasa penasaran
Terhiasi bangunan tua tertinggal satu jaman
Dengan sederet jajanan dipinggir jalan
Terhibur aksi para seniman mainkan peran

Jogja ketika terpatri lamunan diheningan malam
Tak mampu menyibak rasa yang terpendam
Jogja ketika dentingan waktu kian menjegal
Berat untuk ucapkan selamat tinggal...

Hidup berada dipersimpangan

Hidup bagai berada dipersimpangan, mungkin sebagian manusia merasakan dan dihadapkan pilihan seperti itu ketika diri merasakan benturan atau problema yang dialami. Namun hidup juga pilihan yang harus disikapi dan dicermati. Salah jalan akan ada rasa sesal dikemudian hari.

Hidup bagai berada dipersimpangan, ketika jiwa mulai berontak dan menyadari. Pilihannya tetap melangkah atau terhenti tak berarti karena ada atau tidak adanya diri kita dalam setiap perjuangan, waktu akan tetap terus berputar hingga diujung penantian.

Hidup bagai berada dipersimpangan, bila tak ingin salah jalan tentukan pilihan hidup hanya sesuai dengan curahan rasa agar nurani kita tetap bicara menentukan jalan yang akan kita lalui dalam mengarungi kehidupan ini. kesabaran, keikhlasan dan rasa bersyukur adalah kunci dari kehidupan yang kita arungi untuk dapat menepis dari segala godaan sekitarnya.

Rasa sabar, keikhlasan dan bersyukur tercipta bila kita senantiasa dekat dengan Sang Pencipta, dukungan keluarga dan sahabat yang bersahaja akan mempermudah langkah kita untuk menentukan pilihan jalan yang akan dilalui. Pilihan yang ada apakah sesuai hati nurani atau tanggalkan nurani dan nilai hakiki dengan konsekuensi terpuruk diri dalam kenistaan yang berkepanjangan.

Hidup bagai berada dipersimpangan, semoga jalan yang kita pilih sesuai dengan kaedah-kaedah dan norma-norma apa yang telah menjadi keyakinan kita sebagai manusia biasa yang telah tercipta untuk membawa dan memberi kebajikan dan manfaat bagi keluarga dan sesama. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Tersenyum diri melihat kesemuan hati
Saling menguji saling mencoba memiliki
Norma bukan lagi menjadi pegangan
Kodrat tak lagi diindahkan

Hidup bagai berada dipersimpangan
Tak pandai memilih akan salah jalan
Bertanyapun percuma karena tak diabaikan
Arah akan dialihkan hingga langkah melelahkan

Tak guna menoreh rasa tinggalkan lara
Lebih baik tanamkan rasa tak perlu tergoda
Lain nampak bak hamparan sutra
Didapat hanya hadirkan duka nestafa

Apa yang dicari hanya sebatas fatamorgana
Jauh menggoda dekat tertipu netra
Sadarlah hidup hanya sepenggal masa
Segalanya kan sirna bila kehendak bicara

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita yang tercipta dari segala rasa suka maupun duka yang menghiasi kehidupan ini, bila suka janganlah kita merasa jumawa bila duka tak perlu juga larut dalam cerita hingga berujung nestafa.

Hidup ini penuh misteri terkadang kita tak dapat mengerti akan alur sebuah cerita. Satu rasa bahagia yang semula melingkupi diri karena sesuatu hal seketika berubah menjadi duka. Rasa sesal adalah wajar namun bukan berarti terbawa dalam rasa berkepanjangan. Ada saatnya kita merenung, ada saatnya pula kita bangkit untuk mengejar segala harapan mewujudkan mimpi.

Tak dapat dipungkiri terkadang kegagalan membuat diri merasa trauma akan masalah yang ada namun bila kita menyikapi bahwa kegagalan adalah sesuatu keberhasilan yang tertunda. Selain itu hidup bukan hanya untuk diri sendiri namun hidup harus dapat memberi rasa suka bagi sekitarnya.

Ada tiada hanya torehan sebuah cerita, yaitu goresan bercerita seseorang yang tengah dilanda duka mencoba untuk bangkit kembali dari ketepurukan. Duka bukan karena perbuatannya bukan juga karena ketidak setiaannya dari segala janji yang dibuatnya atau curahan hati yang diberikannya namun duka karena pujaan hati telah mengingkarinya, meninggalkan dirinya dalam kesendirian. Begitulah hidup bagai sebuah cerita yang tidak pernah kita ketahui ujungnya

Semoga kita semua merasakan kebahagian bersama pujaaan hingga kelak menutup mata dalam belaian cinta kasih. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Perlahan namun pasti hari-hari kembali bersemi
Lalu berselimut sepi kini mulai meniti
Tak ingin terulang untuk kedua kali
Terperisai hati arungi hidup berarti

Cukup sudah rasakan pahitnya dilema
Lelah terasa jalani kegetiran jiwa
Terpenjara merana tersudut dalam nestafa
Ingin berontak tak bisa bagai terikat diatas bara

Biarlah yang lalu kian membeku
Tak perlu menyibak karena akan berlalu
Segalanya selalu ada masanya
Ada tiada hanyalah torehan sebuah cerita

Biarlah hidup lalui dalam kesendirian
Lebih baik seperti ini tak ada yang perduli
Tak harus mengisi relung jiwa lainnya
Hanya temani jiwa meronta kembali menyepi

Bila bad mood menghampiri

Bila bad mood menghampiri, rasanya segala sesuatu akan serba salah. Mau begini salah. Mau begitu salah. bawaannya kesal terus, rasanya ingin marah-marah saja. Tersinggung sedikit saja, raut wajah langsung ditekuk dan tidak perduli akan sekitarnya.

Bad mood atau bĂȘte (BT) merupakan suasana hati yang sedang buruk atau tidak menentu, salah satu penyebab bad mood terutama pada wanita bisa karena sedang haid atau datang bulan. Namun bad mood sering terjadi juga karena faktor kelelahan dan depresi atau tidak sesuai dengan keinginan hati.

Bila Bad mood menghampiri sebaiknya cari solusi yang berarti. Banyak sekali hal-hal yang dapat mengatasi bad mood. Cari suasana baru dengan suasana penuh kesejukan atau mendengarkan musik dengan hentakan-hentakan kaki. Bisa juga komunikasi dengan para sahabat atau keluarga yang dapat menghadirkan keceriaan atau humoris. Hal-hal seperti itu dapat menghilangkan bad mood atau suasana hati yang sedang buruk

Nah, kalau yang sedang pacaran dan atau yang sudah berkeluarga tentunya harus hati-hati dan harus ada perhatian khusus untuk pasangannya jangan sampai karena timingnya tidak tepat malah menghadirkan persoalan baru. Mudah-mudahan para pasangan sudah dapat mengerti ya..kalau kita sedang bad mood.

Karena penulis sedang bad mood juga, maka hadir satu goresan untuk kamu, dia dan kita semua berjudul Bila bad mood menghampiri.

Rinai sore kian menggilas basahi bumi
Berpayung diri beranjak segera pergi
Tinggalkan segumpal rasa mendera hati
Sesekali menyeka bulir rinai basahi diri


Penuh sungut wanita menggerutu dalam hati
Tak ingin perduli terus membayangi
Ingin menghindar kian mendekati
Rasa jenuh mulai gelayuti

Enyah…enyalah dari hadapan
Teriak hati tak mampu menahan
Suasana hati kian melarung
Bad mood hadir bagai tamu tak diundang

Serba salah menjalani segalanya
Salah kata akan merubah makna
Tak tepat tingkah bisa salah sangka
Lebih baik cari suasana beda atau diam seribu bahasa

Semoga goresan ini bermanfaat dan menjadi rujukan bagiman caranya untuk merubah bad mood menjadi Good mood dengan bantuan dari orang-orang disekitar kita yang dapat dipercaya.

Biarkan bintang bertaburan diatas sana

Biarkan bintang bertaburan diatas sana, kalimat yang senatiasa terucap ketika saat memadu kasih disalah satu bangku taman yang berada di pusat kota.

Biarkan bintang bertaburan diatas sana, adalah kisah kasih sepasang manusia yang memadu kasih untuk hidup seia sekata. Namun jalinan cinta kasih mereka kandas ditengah jalan karena tidak mendapat restu dari orang tua wanita.

Kebahagiaan akan jalinan cinta kasih mereka tinggal kenangan karena wanita tak mampu untuk melawan kodratnya terkurung dalam tirani terpilih mewakili keluarga terhormat. Bagai burung dalam sangkar wanita kian meronta namun tak berdaya.

Pria tak dapat berbuat apa-apa karena tak mampu melawan kehendak orang tua wanita yang notabene merupakan keluarga kaya raya dan terhormat. Hanya dapat pasrah walau cinta begitu membara ingin membuktikan keseriusan dan kesetiaan akan segala janji yang terucap.

Biarkan bintang bertaburan diatas sana, adalah ucapan yang sering mereka lakukan dalam kesendirian sebagai bukti akan jalinan cinta kasih keduanya yang tak pernah sirna walau tiada berjumpa dan bangku taman yang mulai merapuh adalah bukti bisu akan jalinan cinta kasih sepasang anak manusia yang kini saling terpisah.

Lembut semilir angin berhembus
Permainkan dedaunan beludru ditaman
Berguguran daun menguning tak bertahan
Ikuti irama angin yang kian memelas

Disini..dibangku taman ini masih terbayang jelas
Saat memadu kasih bercerita tentang kebahagiaan
Berbisik kata cinta tak ingin terpisah dalam pelukan
Kebahagiaan begitu tersirat dibalik rona cantiknya paras

Kini bangku telah rapuh tak lagi terlihat nama kita tergores
Walau sirna namun jalinan cinta kasih masih tersimpan dalam jiwa
Masih terbesit dalam ingatan ketika tangan menggapai penuh tangis
Tak kuasa melawan ketika tirani memisahkan jalinan cinta kasih kita

Tak kusalahkan dirimu yang kian menjauh
Akhiri jalinan cinta bertahta
Ayah bunda telah hentikan langkah kita
Untuk menuju mahligai cinta yang kian rapuh

Maafkan bila tak dapat wujudkan cita cinta
Semoga dirimu bahagia bersamanya
Biarkan bintang bertaburan diatas sana
Sebagai bukti cinta kasih kita yang tak pernah sirna

Terbuai rayuan dan janji manis

Bila kita sering bersosialisasi hingga jauh kepelosok perkotaan maupun pedesaan, banyak sekali ragam cerita yang kita temui dari masalah yang dihadapi dalam kehidupan ini. Walau klisenya terhimpit kebutuhan ekonomi, namun ada sesuatu yang kita dapati diluar nilai ekonomi itu sendiri.

Alkisah kali ini bercerita tentang hilangnya rasa tanggung jawab dari seseorang, setelah merasakan manisnya untaian kasih namun seketika hilang tak tahu rimbanya tinggalkan derita bagi pasangannya.

Semula wanita berusaha untuk mempertahankan kehormatannya namun karena terbujuk rayu terus menerus dan terbuai janji-janji manis namun palsu, akhirnya tak kuasa untuk menahan godaan dan menyerahkan segala sesuatunya yang seharusnya benar-benar dijaga hingga waktunya tiba.

Bila sudah terjadi, apa mau dikata. Yang tertinggal hanya rasa penyesalan menggelayuti dalam kehidupan. Segalanya dirasa dan ditanggung dalam kesendirian. Rasa malu, rasa sakit menjadi satu dalam memikul beban kehidupannya.

Namun bila sudah terjadi bukan berarti harus lari dari kenyataan hidup karena Allah SWT selalu menerima tobat dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang bagi hamba-hambanya yang mau bertobat dan menjalani kehidupan ini dengan ketegaran, kesabaran dan ketawakalan. Inshaa Allah.

Berkenaan hal itu pulalah, goresan ini hadir bercerita tentang seorang wanita yang dirundung derita karena perbuatan seorang pujaan hati yang tidak bertanggung jawab sehingga menjalani beban kehidupannya seorang diri untuk menghidupi buah hatinya.

Semoga goresan ini bermakna dan menjadi pembelajaran dan contoh dalam menjaga amanah dan kehormatan.

Bergulir air mata bunda tak kuasa menahannya
Menatap penuh haru buah hati tertidur dipangkuan
Penyesalan seakan tiada jeda arungi kehidupan
Kesalahan yang dilakukan tak dapat merubah langkahnya

Tertunduk lesu teringat masa lalu
Kata tak dihirau turuti hawa nafsu
Termakan rayu tak dapat menolak
Hingga tergelincir salah berpijak

Hanyalah tinggal kenangan membawa luka
Terbuai mimpi indah tersudut derita
Pujaan penabur duka tak tahu rimbanya
Manis direngkuh tiada tanggung jawab dipikulnya

Kini hanyalah kesendirian menanggung beban
Hidupi buah hati hingga banting tulang
Tiada yang menopang harapnya ada yang datang
Bagai pujaan ringankan pengorbanan

Tergoda dalam kesemuan...

Bila membicarakan kata cinta, rasanya tidak akan pernah selesai hingga akhir jaman apalagi menyangkut dengan perasaan yang ada.

Tapi itulah kekuatan cinta hingga tak sedikit yang terpedaya dengan kata cinta. Namun banyak juga yang berbahagia dengan jalinan cinta kasih bila dapat menyikapi akan segala sesuatunya dan berpegang teguh pada norma, agama dan adat istiadat yang ada.

Tidak hanya dia, kamu dan kita semua pernah dan sedang merasakan akan pesona cinta yang membuat diri terlena dan terhempas bila logika telah dikuasai oleh perasaan yang ada dan cinta menjadi buta tak bermakna.

Satu kisah tentang cinta berujung duka karena janji tak lagi ditepati, salah satu diantaranya telah tergoda akan godaan dunia. Hal-hal yang semula sakral tak lagi diindahkah, yang ada hanyalah nafsu belaka.

Bila hal tersebut tak dijalankan maka kesakralan akan cinta kasih yang telah dibangun dengan susah payah tak lagi berguna terhempas oleh godaan akan kepalsuan dan kemunafikan semata. setelah itu penyesalan akan tiba seiring hadirnya kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapan.

Goresan ini bercerita tentang jalinan cinta kasih yang luluh lantak diterpa oleh kepalsuan dan kemunafikan dunia. Semoga hal ini dapat menjadi pembelajaran bahwa cinta dan janji harus diperjuangkan hingga akhir menutup mata. Amiin.

Sekejap hati termaktub terdiam tak dapat berkata
Hanya gulir air mata basahi pipi pucat pasi
Tak mampu berdiri terasa sendi tak daya menopang tubuh renta
Inilah sebuah kisah berakhir diujung duka tak bertepi

Satu persatu luluh lantak terhempas kepalsuan
Tak mampu bertahan larut dalam kemunafikan
Diantara semburat mentari tak mampu menyibak pekatnya awan
Kian berarak temani jiwa dalam kesunyian

Inikah cinta yang ditebarkan
Inikah janji yang ditanamkan
Seketika sirna tergoda dalam kesemuan belaka
Janji hanyalah permainan kata pupus tak bermakna

Jiwa-jiwa yang penuh kemunafikan mulai tersenyum sinis
Miris hati menatap wajah-wajah suram mencibir
Begitu masyuk bergumul dosa tertawa tanpa sadar
Seiring waktu segalanya akan terkikis

Hidup hanya sepenggal masa

Hidup hanya sepenggal masa, terkadang kita lupa akan segala amanah atau kewajiban yang harus kita jalani sebagai manusia tak sempurna didunia ini. Amanah akan kewajiban bersosialisasi menjaga hubungan baik sesama manusia. Amanah akan beban dan tanggung jawab kepada Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya dan alam semesta ini.

Godaan didunia memang sungguh berat, jangankan menjaga hubungan sesama manusia. Untuk menjalankan shalat lima waktu saja terkadang masih terlewat. Namun apapun alasannya kita harus selalu berusaha agar kita dapat menyiapkan bekal untuk diri kita kelak, bila takdir telah menjemput.

Hidup hanya sepenggal masa, bertanya diri dalam hati sudah siapkah bila akhirnya nanti.

Tak ada kata tidak bisa
Segalanya telah tersedia disini
Tak perlu ragu atau malu untuk bertanya
Kerana Tuhan telah melengkapi kehidupan didunia ini

Lalu saat diri masih dalam kandungan bunda
Telah tergaris akan Takdir, Rezeki, Jodoh dan kematian
Tak mungkin dapat menolak bila kehendak bicara
Hanya berpasrah iringi akan perjalanan

Hidup hanya sepenggal masa
Setelah itu punahlah sudah
Bila ajal menjemput dalam jiwa yang berpasrah
Tak lagi dapat bicara…tak ada lagi yang dapat membantunya

Hanya amal ibadah yang menjadi takaran
Hanya ilmu bermanfaat yang senantiasa berguna untuk sesama
Hanya kesolehan anak yang senantiasa lantunkan doa
Menerangi…melapangkan alam kubur temani kesendirian

Satu rasa yang kian menggoda

Sebagian orang menilai bahwa rangkuman kata yang dibuat oleh seseorang tidak bermakna namun ada segelintir orang menganggap bahwa kata itu sangat bermakna sekali. Hingga tercipta satu getar rasa mewakili akan perasaannya.

Tak dapat disalahkan bila hal itu terjadi karena rasa yang ada tidak ada seorangpun yang berhak untuk menahannya. Rasa bagaikan air yang mengalir terhenti disetiap lelukan-lekukan yang tercipta secara alami. Menggenangi dan memberi kebutuhan hidup akan sekitarnya.

Usah tanya apa yang akan kulakukan
Tak perlu tahu akan rangkuman kata terlontar
Setidaknya wakili rasa yang senantiasa hadir
Disetiap dentingan waktu yang terabaikan

Bila saatnya tiba rasa tak lagi tertahan
Saat itu juga diri akan hadir untuk ungkapkan
Satu rasa yang kian menggoda jiwa
Mengusik lenanya diri berteman sepi dalam hitungan masa

Tak ingin khianati

Tak ingin tergoda akan manisnya cinta sesaat, serta merta menghardik segala angan yang kian mendekat. Tak ingin dijadikan pengganggu akan keutuhan jalinan seseorang. Dengan penuh kesadaran diri menjauh tinggalkan segala rasa yang semula hanya sebatas persahabatan.

Karena sebenarnya cinta seutuhnya tercipta bukan dari persaingan apalagi merebut kepingan hati yang termiliki.

Maafkan, bukan maksud untuk menyakiti
Apalagi khianati jalinan persahabatan ini
Tak mungkin dapat bersatu
Tak ingin juga dikatakan pengganggu

Cintailah pujaan dengan setulus hati
Sayangilah hingga sampai nanti
Mahligai yang retak jangan sampai berantak
Hiasi dengan janji terucap hingga kelak

Aku hadir bagai lentera memberi semangat
Namun tak ingin hati tersengat
Akan aliran kasih merelung hingga kelubuk terdalam
Sebelum terlambat aku akan pergi menghilang dikegelapan malam

Racun dibalik madu

Racun dibalik madu, bercerita bahwa manusia hanya berusaha namun takdir juga yang menentukan. Namun apakah dapat dikatakan takdir bila kemunafikan dan nafsu menggerogoti sebuah janji suci. Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui akan segala sesuatunya.

Banyak yang bicara janganlah kamu terlalu berharap jika tak ingin terhempas dalam kekecewaan. Ada benarnya juga bila harapan itu belum terikat oleh suatu jalinan suci. Namun bila ada jalinan suci maka mau tidak mau harapan itu adalah milik berdua.
Terbang segala angan tak tentu rimbanya
Jatuh terhempas dalam ketidak pastian asa
Jiwa yang dulu tenang bahagia
Kini terseok tertatih tanpa daya

Inikah petaka atau hanya ujian semata
Dari kehidupan yang tiada abadi
Untaian kasih hingga porak poranda tak berarti
Pujaan hati termakan rayuan bermuka ganda

Bila saja tiada beban dalam jiwa
Sudah berlari menjauh tinggalkan kemunafikan
Walau sepi menemani namun diri masih guna
Tanpa harus rasakan pahitnya ingkar akan ucapan

Tak lagi percaya akan manisnya kata bergincu
Tak ingin terbuai rayuan berhias keelokan
Hanya tawarkan racun dibalik madu
Terteguk manis hentikan aliran darah kehidupan

Kejujuran dan Keberhasilan

Kejujuran dan Keberhasilan. kumpulan kata-kata motivasi.

Jangan berharap kejujuran bila kita tak jujur
Jangan berharap keberhasilan bila tak sabar
Jangan berharap kebahagiaan bila tak tegar dalam jiwa yang bersih.

Jangan pernah ragu untuk menunjukan inovasi. Hal baru mungkin dianggap konyol namun lambat laun akan menonjol.

Semuanya menginginkan kesuksesan dengan caranya sendiri di dunia ini. Namun hanya sedikit yang memiliki kesuksesan untuk merubah pribadi yang lebih baik dalam mengarungi kehidupan ini.

Aku tidak perduli dengan segala bentuk ejekan atau penolakan, yang aku perdulikan adalah bagaimana aku tetap enjoy dari ejekan itu dan selalu ada dari orang-orang yang tidak menolak.

Aku melakukannya bukan sebagai persaingan namun aku melakukannya sebagai kreatifitas yang aku hargai.

Seorang pemimpin yang baik adalah yang menjalankan amanah bukan mencari kesalahan dari para pesaingnya dan berlindung dibelakangnya.

Dari luka dan duka membuat kita tahu akan rasa sakit untuk kembali bangkit.  Dan dari rasa itu pula kita akan mengerti dari kata memaafkan dalam kebenaran.

Wanita pengingkar

Wanita pengingkar bercerita tentang bila tidak pernah mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan pada kita dalam kehidupan ini. Pada akhirnya hanya kekecewaanlah yang kita dapati dari apa yang pernah dimiliki.

Semula menganggap bahwa apa yang ada tidak dapat memberikan kebahagiaan yang seutuhnya. Semudah membuat janji lalu mengingkari, namun yang didapat jauh lebih buruk & terpuruk dari apa yang dibayangkan.

Manusia selalu lupa dengan kekurangan & ketidak sempurnaan akan pasangannya sehingga manusia selalu melupakan arti rasa bersyukur bahwa dari kekurangan yang ada namun sesungguhnya itulah yang terbaik untuk dirinya.

Meredup rembulan diheningan malam
Terselimuti mega pekat tertiup angin
Senandung malam seketika terdiam
Berbisik penuh tanya apakah gerangan

Lamat terdengar isak tangis wanita pecahkan kesunyian
Ingin menjerit histeris lidah terasa kaku menahan malu
Apa yang diinginkan tak seindah kenyataan
Terbuai terpuruk permainan janji palsu

Satu janji dilain hati pernah diingkari
Kini berganti diri tersakiti
Hanya penyesalan berujung penderitaan
Permainkan rasa untuk nafsu tak tertahan

Tiada guna wanita hidup dalam pasungan
Dari pria yang hanya mencari asuhan
Bagai pengasuh yang tak pernah dialami
Ketika berada disatu hati yang diingkari

Mohon maaf lahir & bathin

Mohon maaf lahir & bathin. Sebulan penuh menjalani ibadah puasa dan menjalani segala ujian keimanan dibulan suci Ramadhan. Ketidak sempurnaan sebagai manusia biasa kembali kepada kesucian ketika saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan dengan handai taulan dan teman-teman.

Tentunya yang terpenting adalah memohon maaf dan memohon ampunan kepada kedua orang tua mengharap ridhonya untuk dalam mengarungi kehidupan ini. Semoga Ramadhan membawa hikmah tersendiri dan semoga idul fitri kali ini membawa keberkahan untuk kita semua.

Allaahu Akbar...Allaahu Akbar...Allaahu Akbar
Laillaha Illallaahu Wallaahu Akbar
Allahu Akbar Walillaahil hamd..
Gema takbir berkumandang menyentuh hati merayu itikad

Bergetar jiwa bangkitkan sendi-sendi yang haus akan belaian
Belaian kasih penuh maaf tiada tertahan
Mengalir seuntai kasih hadirkan kesejukan jiwa
Jiwa rapuh kembali kukuh..jiwa yang layu kembali mempesona

Khilaf lalu yang menggores luka tinggalkan benci
Kesalahan satu waktu yang mengusik ketenangan hati
Membaur kini dalam senandung rasa
Akan untaian kata membasuh bersihkan noda

Kembali diri dalam kefitrahan
Mengisi hari nan penuh keagungan
Bagai reinkarnasi terlahir dalam kesucian
Menggores kata terucap Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin

Bukan pujangga

Bukan pujangga adalah goresan rasa yang tak dapat dipungkiri karena terdesak kebutuhan ekonomi, ada yang mencoba bermain dengan segala cara. pandai bicara maka dengan kata-kata berusaha untuk merayu agar masuk perangkapnya.

Masih banyak cara yang dimainkan namun bila naluri bicara apapun masalahnya tak lagi dapat dijadikan alasan.

Banyak yang berkata
Aku hanya pandai meracik kata tanpa tahu makna
Ada pula yang berceloteh
Aku hanya pandai bicara tak bisa menelaah

Ach...begitu pandai mereka berkata
Tapi tak pernah mengerti akan apa yang kurasa
Aku bukan pujangga yang pandai mainkan kata
Bukan juga moderat yang cakap bicara bangkitkan emosi jiwa

Aku hanyalah rakyat jelata tak berarti
Selalu menyantuni menghormati
Dalam mengisi kehidupan ini
Walau kebutuhan tak sesuai naluri

Merindu hadirmu Ramadhan

Merindu hadirmu Ramadhan adalah satu rasa yang begitu berat dan ada kesedihan yang teramat menyayat hati karena sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan berganti. Berat karena Bulan Ramadhan penuh Keberkahan dan penuh pahala berlipat ganda dari segala ibadah yang dijalani. Sedih, karena dirasa belum adanya kesempurnaan dalam menjalankan amal ibadah di bulan Ramadhan kali ini.


Namun waktu terus bergulir dan tidak dapat untuk menahannya. Semoga bulan suci Ramadhan ini meninggalkan Keberkahan dan menciptakan perubahan yang lebih baik untuk kita semua dalam mengarungi kehidupan ini.


Tatapku nanar berbinar

Gundah kembali gelayuti jiwa yang rapuh

Bertanya hati dapatkah pertahankan amal ibadah

Dalam naungan Ramadhan yang akan berakhir

 

Belum sempurna rasanya jalankan kewajiban

Belum cukup rasanya menebar kebajikan

Masih merindu hadirmu Ramadhan

Masih ingin kuisi hari dalam naungan kesucian

 

Tak kuasa menahan sedu sedan

Begitu berat hati ini untuk ditinggalkan

Tak seberat jiwa ditinggal sang pujaan

Semoga masih kujelang kembalinya Ramadhan



 

Merindu hadirmu Ramadhan...

Rasanya begitu berat, ada kesedihan yang teramat menyayat hati karena sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan berganti. Berat karena Bulan Ramadhan penuh Keberkahan dan penuh pahala berlipat ganda dari segala ibadah yang dijalani. Sedih, karena dirasa belum adanya kesempurnaan dalam menjalankan amal ibadah di bulan Ramadhan kali ini.

Namun waktu terus bergulir dan tidak dapat untuk menahannya. Semoga bulan suci Ramadhan ini meninggalkan Keberkahan dan menciptakan perubahan yang lebih baik untuk kita semua dalam mengarungi kehidupan ini.

Tatapku nanar berbinar
Gundah kembali gelayuti jiwa yang rapuh
Bertanya hati dapatkah pertahankan amal ibadah
Dalam naungan Ramadhan yang akan berakhir

Belum sempurna rasanya jalankan kewajiban
Belum cukup rasanya menebar kebajikan
Masih merindu hadirmu Ramadhan
Masih ingin kuisi hari dalam naungan kesucian

Tak kuasa menahan sedu sedan
Begitu berat hati ini untuk ditinggalkan
Tak seberat jiwa ditinggal sang pujaan
Semoga masih kujelang kembalinya Ramadhan 



Terbanglah merpati

Terbanglah merpati adalah goresan rasa yang telah memudar, tak ada hak untuk mempertahankan apalagi mempengaruhinya karena masing-masing memiliki tujuan hidup yang berbeda. Namun sangat disayangkan juga bila apapun hubungannya kandas ditengah jalan.

Tidak ada yang salah, itulah kehidupan. Datang silih berganti untuk saling mengisi dan memahami akan arti kehidupan yang sebenarnya.

Tak ingin diri membendung satu hasrat
Tak bijak juga meminta untuk meredam keluh
Akan rasa yang memudar terbawa mega pekat
Berarak kian menjauh tak tentu arah

Terbanglah merpatiku bila itu keinginanmu
Kepakkanlah sayapmu arungi samudra biru
Tak ada hak bagiku untuk pengaruhi
Akan segala keinginan naluri

Kembalilah merpati bila lelah menghampiri
Masih tersedia tempat bagimu untuk berpijak
Tanpa sangkar hanya dahan kering tak lapuk
Cukup untuk kepakan sayap hadirkan nuansa tersendiri

Terbanglah merpati...

Bila rasa telah memudar, tak ada hak untuk mempertahankan apalagi mempengaruhinya karena masing-masing memiliki tujuan hidup yang berbeda. Namun sangat disayangkan juga bila apapun hubungannya kandas ditengah jalan.

Tidak ada yang salah, itulah kehidupan. Datang silih berganti untuk saling mengisi dan memahami akan arti kehidupan yang sebenarnya.

Tak ingin diri membendung satu hasrat
Tak bijak juga meminta untuk meredam keluh
Akan rasa yang memudar terbawa mega pekat
Berarak kian menjauh tak tentu arah

Terbanglah merpatiku bila itu keinginanmu
Kepakkanlah sayapmu arungi samudra biru
Tak ada hak bagiku untuk pengaruhi
Akan segala keinginan naluri

Kembalilah merpati bila lelah menghampiri
Masih tersedia tempat bagimu untuk berpijak
Tanpa sangkar hanya dahan kering tak lapuk
Cukup untuk kepakan sayap hadirkan nuansa tersendiri