HBD My Son

Cinta dalam naungan...


Mendung kian menyelimuti disore hari ini, terlihat para pedagang kaki lima yang berada disepanjang jalan tengah sibuk menutupi lapak dagangannya dengan selembar terpal plastik yang telah disiapkan untuk mengantisipasi datangnya hujan.


Tak berselang lama rintik hujan mulai menyapa dengan lembutnya namun terlihat masih dengan santainya Bayu berjalan menuju kesalah satu Mall yang terkenal dibilangan kota Bandung, sambil sesekali tangannya menutup kepala agar terlindung dari rintik hujan yang turun semakin deras.


Sudah 2 hari ia berada dikota Kembang ini karena ditugaskan oleh salah satu direksi ditempatnya bekerja untuk menggantikan sementara rekan kerjanya yang sedang sakit dan baru pada hari ini ia menyempatkan diri untuk jalan-jalan sekedar menghilangkan penatnya.


Kini Bayu menghentikan langkahnya, apa yang tidak diinginkan & dihindarinya selama ini menjadi sebuah kenyataan. Kegetiran yang pernah dirasa dan dengan susah payahnya ia mencoba untuk menghilangkan rasa itu, kini dengan mudahnya perasaan itu hadir kembali ketika tatapannya beradu pandang dengan seorang wanita yang cukup dikenalnya sedang berjalan dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Wanita yang pernah hadir dikehidupannya dan meninggalkan dirinya begitu saja setahun yang lalu. Dengan segera Bayu membalikan tubuhnya, berjalan meninggalkan wanita tersebut yang masih memandangi dirinya.


"Tahu begini, lebih baik aku tiduran dihotel", gumannya dalam hati sambil berjalan menuju kehotel tempat menginapnya yang berada tidak jauh dari mall tersebut dan kini diurungkan niatnya untuk makan disalah satu resto yang berada di Mall tersebut. Namun untuk mengantisipasi rasa laparnya ditengah malam mau tidak mau akhirnya dihentikan juga langkahnya disalah satu kedai makanan yang menggoda selera makannya.


Rintik hujan masih membasahi kota kembang dimalam hari, angin yang berhembus sepoi-sepoi menghadirkan kesejukan tersendiri baginya namun kesejukan yang dirasanya tidak dapat juga menggugah perasaan yang sedang berkecamuk didalam hatinya dengan segera Bayu melangkahkan kakinya menuju koridor hotel.


"Selamat malam mbak Erna". Sapa Bayu pada salah satu receptionis hotel yang baru dikenalnya 2 hari yang lalu

"Selamat malam mas."Sahutnya dengan ramah penuh senyum.

"Oiya, mas. Ada tamu yang sedang menunggu."Kata Erna memberitahunya

"Siapa mbak ?."Tanya Bayu penuh tanda tanya sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal.

"Seorang wanita mas, itu dia."Sahutnya sambil menunjuk salah satu wanita yang sedang duduk membelakanginya diruang tunggu.

"Thanks ya mbak."Sahut Bayu sambil menghampiri wanita yang dimaksud oleh Erna.


Kali ini Bayu benar-benar merasakan dadanya berdebar. Bagaimana tidak berdebar karena wanita yang dimaksud adalah Rahayu, wanita yang telah mengharu birukan hidupnya selama ini, wanita yang baru beberapa jam lalu ditemuinya sedang berjalan berdua dengan seorang pria yang tidak dikenalnya di Mall kini hadir dihadapannya.


"Ayu, dari mana kamu tahu, aku menginap disini ?."Tanya Bayu sambil mengernyitkan dahinya.

Rahayu segera memalingkan wajahnya dan berdiri kini posisinya berhadapan dengan Bayu. Sehingga terlihat keduanya salah tingkah dan ada kekakuan yang menyelimuti diantara mereka.

"Dari Harris." Jawabnya singkat. Bayu mengangguk pelan, Harris adalah teman sekantornya dan juga merupakan rekan bisnis Rahayu.

"Dia tadi bukan siapa-siapa, dia hanya seorang teman."Ucap Rahayu membuka pembicaraan dan menjelaskan akan apa yang dilakukannya di Mall dengan suaranya yang tertahan sambil menundukan kepalanya.

"Apakah itu menjadi urusanku, toh saat itu kamu juga mengatakan bahwa aku ini bukan siapa-siapamu lagi."Sahut Bayu menahan rasa kecewanya. Dengan segera Rahayu menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Tidak Bay, Maafkan aku Bay, saat itu aku sedang emosi."Sahut Rahayu dengan suaranya yang agak tertahan menahan kekecewaan dan isak tangisnya namun tidak mampu untuk menahan air mata yang mulai bergulir dipipinya.

"Emosi..!, hanya itu. Lalu kemana lelaki yang kamu katakan bahwa kamu sudah memiliki penggantiku ?."Tanya Bayu suaranya mulai keras namun tetap masih menahan emosinya.

"Aku katakan itu agar kamu tidak menggangguku, karena aku ingin menenangkan diriku dulu Bay. Aku tidak mau selalu terpancing emosi dengan perkataan dan kehadiranmu, aku juga kecewa. Aku juga sakit, Bay"Sahut Rahayu suaranya mulai meninggi dan kini ia tidak dapat menahan isak tangisnya dengan segera ia menjatuhkan dirinya duduk disofa. Selama ini ia'pun merasa kecewa dan merasa bersalah dengan keputusan yang telah diambilnya setahun yang lalu.

"Selama ini aku tidak pernah menghianatimu Bay, mereka semua hanya sekedar teman."Ucap Rahayu dalam isak tangisnya mencoba untuk menjelaskan segala sesuatunya pada Bayu.

"Kamu pikir selama ini aku tidak tersiksa dengan perasaanku Bay... Aku masih menyayangimu Bay, aku tidak bisa jauh dari kamu. Tapi aku kuatir kamu masih marah dan emosi padaku."Sahut Rahayu lagi kini isak tangisnya semakin menjadi.


Mendengar hal itu Bayu terdiam dan hanya dapat menarik nafas dalam-dalam, dipalingkan wajahnya kini ia berusaha untuk menenangkan dirinya dan meredam segala rasa kecewa yang dirasakannya selama ini. Dibiarkannya Rahayu larut dalam isak tangisnya. Tak dipungkiri ia juga memiliki kesalahan dalam menyikapi masalah yang ada. Dipandanginya wajah Rahayu yang masih terisak dan kini rasa iba mulai menggoda dirinya dengan segera ia merengkuh pundak wanita yang disayanginya selama ini dan dibasuhnya guliran air mata yang membasahi pipi Rahayu dengan jemari tangannya.

"Maafkan aku Bay."Ucap Rahayu dalam isak tangisnya sambil menggenggam jemari Bayu dan memeluk tubuh Bayu erat-erat. Tubuh kekasih hatinya yang selama ini dibiarkan mengembara. Namun selama itu pula ia mengetahui bila Bayu tetap menyendiri.

"Maafkan aku juga Ayu."Sahut Bayu pelan sambil mempererat pelukannya. Kini ia merasakan kembali pelukan yang telah lama hilang dari wanita yang disayanginya. Pelukan hangat, pelukan yang dapat meneduhkan hatinya disaat ia merasakan lelah. Sehangat dan seteduh suasana hotel yang mengerti akan jalinan cinta kasih mereka berdua.


Yakinilah apapun masalahnya bila diantara kalian berdua masih saling menyayangi, maka atas ijin Allah SWT jalinan itu akan kembali lagi seperti sedia kala. Ya, itulah yang dinamakan kekuatan cinta dan kasih sayang.

Comments