Sia - sia...


Untuk apa diperjuangkan bila satu rasa telah memudar, walau terasa berat namun setidaknya dapat berpikir objektif. Bila belum termiliki bukan berarti langkah terhenti, yakinilah disana, disuatu tempat telah menunggu yang terbaik untuk kamu, dia atau kita.

Satu goresan kembali merangkum kata dalam nada rasa kamu, dia dan kita berjudul " Sia-sia ".

Mega pekat enggan beranjak
Payungi diri dalam keraguan
Bias mentaripun seakan tak berpihak
Untuk tunjukan sedikit jalan

Agar tak salah arah
Saat pijak mulai melangkah
Namun kini segalanya telah terhenti
                                                   Seiring datangnya malam nan sunyi

       Tak ingin dikata tak tahu diri
       Sudah saatnya pula untuk mundur
       Menjauh dari rasa yang kian memudar
       Mencari satu rasa yang belum termiliki

Tak ada gunanya pula mengharap sesuatu
Hingga berjuang separuh jiwa
Rasa yang ada kian membelenggu
Pada akhirnya berujung sia-sia

No comments:

Post a Comment