Jangan gangguku lagi




Rasa yang ada adalah anugrah, namun rasa kadang tak bermakna bila telah dikuasai oleh gejolak jiwa. Rasa sejati adalah rasa penuh cinta kasih tanpa terselimuti akan kesemuan yang ada.

satu rasa telah hadirkan goresan untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Jangan gangguku lagi ".


Mohon jangan ganggu diriku lagi
Tak lihatkah luka yang kau toreh dihati
Tak dapatkah kau rasa kepedihan yang ada
Ketika diri ini kau campakan begitu saja

Biarlah disini kumenyendiri
Begitu indah bertemankan rembulan dimalam hari
Tetap bersinar walau terselimuti hujan
Tetap tersenyum walau tertutup awan

Mohon jangan ganggu diriku lagi
Bila hadirmu hanya membawa luka
                                                      Lelah kumemberi akan arti cinta hakiki
                                                      Bila hanya terbalas kesemuan belaka

                   Disini dapat menikmati indahnya pelangi
                   Walau sebatas memberi arti tersembunyi
                   Namun dapat pergi kapan saja tanpa harus tersakiti
                   Akan rasa tak perduli dari apa yang dinamakan cinta sejati

Jangan gangguku lagi




Rasa yang ada adalah anugrah, namun rasa kadang tak bermakna bila telah dikuasai oleh gejolak jiwa. Rasa sejati adalah rasa penuh cinta kasih tanpa terselimuti akan kesemuan yang ada.

satu rasa telah hadirkan goresan untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Jangan gangguku lagi ".


Mohon jangan ganggu diriku lagi
Tak lihatkah luka yang kau toreh dihati
Tak dapatkah kau rasa kepedihan yang ada
Ketika diri ini kau campakan begitu saja

Biarlah disini kumenyendiri
Begitu indah bertemankan rembulan dimalam hari
Tetap bersinar walau terselimuti hujan
Tetap tersenyum walau tertutup awan

Mohon jangan ganggu diriku lagi
Bila hadirmu hanya membawa luka
                                                      Lelah kumemberi akan arti cinta hakiki
                                                      Bila hanya terbalas kesemuan belaka

                   Disini dapat menikmati indahnya pelangi
                   Walau sebatas memberi arti tersembunyi
                   Namun dapat pergi kapan saja tanpa harus tersakiti
                   Akan rasa tak perduli dari apa yang dinamakan cinta sejati

Satu masa...


Bila kita ingin belajar banyak sekali yang harus kita pelajari, dalam dukapun kita dapat belajar untuk menyikapi segala masalah yang ada. Intinya agar dari masalah yang ada dapat kita ambil segala hikmahnya.

Hal seperti itu pulah kembali hadir satu goresan untuk kamu, dia dan kita berjudul " Satu masa ".

Anganku kembali berarak menjauh
Membawa diriku ke satu masa
Masa saat jatuh terhempas dalam nestafa
Namun tetap berpikir bijak walau duka kian menjamah

Luka telah membuatku tahu akan rasa sakit
Duka membuatku sadar untuk bangkit
Namun luka dan duka telah mengajariku akan...
Arti kata memaafkan dalam kebenaran

Bukan semata kusalah dalam menelaah
Namun keegoaanlah yang telah menyerah
Segalanya untuk mempertahankan suatu hubungan
Hubungan yang kini tinggalah kenangan...

Satu masa...


Bila kita ingin belajar banyak sekali yang harus kita pelajari, dalam dukapun kita dapat belajar untuk menyikapi segala masalah yang ada. Intinya agar dari masalah yang ada dapat kita ambil segala hikmahnya.

Hal seperti itu pulah kembali hadir satu goresan untuk kamu, dia dan kita berjudul " Satu masa ".

Anganku kembali berarak menjauh
Membawa diriku ke satu masa
Masa saat jatuh terhempas dalam nestafa
Namun tetap berpikir bijak walau duka kian menjamah

Luka telah membuatku tahu akan rasa sakit
Duka membuatku sadar untuk bangkit
Namun luka dan duka telah mengajariku akan...
Arti kata memaafkan dalam kebenaran

Bukan semata kusalah dalam menelaah
Namun keegoaanlah yang telah menyerah
Segalanya untuk mempertahankan suatu hubungan
Hubungan yang kini tinggalah kenangan...

Ayah...


Dalam kesibukan terkadang kita lupa akan kasih sayang dan perhatian untuk orang tua kita, terkadang kita suka membantah dengan apa yang diingini oleh orang tua kita. Saat gejolak remaja hal itu kian kita rasakan, namun proses kedewasaan kembali menyadari kita akan pentingnya kasih sayang dan penerapan yang dilakukan oleh orang tua.

Satu goresan tentang bunda telah tercipta, kini satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Ayah ".

Tersirat wajah penuh kelelahan dibalik senyuman
Benturan dan hempasan hanyalah terpaan
Semangat tak pernah pudar tetap berseri
Senantiasa memberi kesejukan hati

Seberat apapun kau topang tak pernah hengkang
Kejamnya dunia bukanlah penghalang
Dalam hari selalu kau ajarkan kedamaian
                                                           Seiring langkah kau terapkan kebijaksanaan

       Ayah...terasa sepi tanpa hadirmu lagi
       Dalam kerinduan selalu kupanjatkan doa
       Ayah...pedoman hidupmu selalu mengiringi
       Untuk mewujudkan satu asa

       Tentang arti kepedulian berbagi
       Akan kasih sayang untuk keluarga dan sesama
       Ayah...dalam hening sepi selalu ku bertanya
       Dapatkah anakmu menanggung beban seberat ini

       Ayah...teruntukmu yang ada disana
       Semoga Allah menerima amal ibadahmu
       Melapangkan dan menyinari keharibaanmu
       Menempatkan dirimu dalam keindahan surga

       Amin Ya Rabbil Al'amin.



Ayah...


Dalam kesibukan terkadang kita lupa akan kasih sayang dan perhatian untuk orang tua kita, terkadang kita suka membantah dengan apa yang diingini oleh orang tua kita. Saat gejolak remaja hal itu kian kita rasakan, namun proses kedewasaan kembali menyadari kita akan pentingnya kasih sayang dan penerapan yang dilakukan oleh orang tua.

Satu goresan tentang bunda telah tercipta, kini satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Ayah ".

Tersirat wajah penuh kelelahan dibalik senyuman
Benturan dan hempasan hanyalah terpaan
Semangat tak pernah pudar tetap berseri
Senantiasa memberi kesejukan hati

Seberat apapun kau topang tak pernah hengkang
Kejamnya dunia bukanlah penghalang
Dalam hari selalu kau ajarkan kedamaian
                                                           Seiring langkah kau terapkan kebijaksanaan

       Ayah...terasa sepi tanpa hadirmu lagi
       Dalam kerinduan selalu kupanjatkan doa
       Ayah...pedoman hidupmu selalu mengiringi
       Untuk mewujudkan satu asa

       Tentang arti kepedulian berbagi
       Akan kasih sayang untuk keluarga dan sesama
       Ayah...dalam hening sepi selalu ku bertanya
       Dapatkah anakmu menanggung beban seberat ini

       Ayah...teruntukmu yang ada disana
       Semoga Allah menerima amal ibadahmu
       Melapangkan dan menyinari keharibaanmu
       Menempatkan dirimu dalam keindahan surga

       Amin Ya Rabbil Al'amin.



Aku..


Begitu banyak orang yang penuh tanya akan diri seseorang lainnya yang baru dan sudah lama dikenal,  namun untuk mengenal pribadi seseorang tidak cukup hanya diluarnya saja seperti memandang hamparan lautan untuk unjungnya tidak terlihat apalagi dalamnya lautan. 

Hal itu pula tercipta satu goresan untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Aku ".

Aku bukanlah seorang penyair
Yang pandai merangkum kata demi kata hingga bermakna
Aku’pun bukan pemain drama
Lihai dalam gerak dan kata penuh intonasi teratur

Aku juga bukan penabur cinta pemberi harapan palsu
Dibalik wajah tampan jumawan
                                                     Dengan segudang harta kekayaan
                                                     Hingga dapat membuat wanita terlena akan bujuk rayu

                          Aku hanya manusia biasa tak sempurna
                          Yang senantiasa terhiasi ragam problema
                          Tak cakap juga kubicara akan kata mutiara
                          Diam dan tersenyum hanyalah kiasan belaka

                         Aku, Ya. Aku..!. yang hanya memiliki cinta sejati
                         Bermodalkan hati nan tulus murni
                         Tanpa dihiasi akan indikasi dan beribu intrik
                                 Aku apa adanya melangkah sesuai kehendak

Aku..


Begitu banyak orang yang penuh tanya akan diri seseorang lainnya yang baru dan sudah lama dikenal,  namun untuk mengenal pribadi seseorang tidak cukup hanya diluarnya saja seperti memandang hamparan lautan untuk unjungnya tidak terlihat apalagi dalamnya lautan. 

Hal itu pula tercipta satu goresan untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Aku ".

Aku bukanlah seorang penyair
Yang pandai merangkum kata demi kata hingga bermakna
Aku’pun bukan pemain drama
Lihai dalam gerak dan kata penuh intonasi teratur

Aku juga bukan penabur cinta pemberi harapan palsu
Dibalik wajah tampan jumawan
                                                     Dengan segudang harta kekayaan
                                                     Hingga dapat membuat wanita terlena akan bujuk rayu

                          Aku hanya manusia biasa tak sempurna
                          Yang senantiasa terhiasi ragam problema
                          Tak cakap juga kubicara akan kata mutiara
                          Diam dan tersenyum hanyalah kiasan belaka

                         Aku, Ya. Aku..!. yang hanya memiliki cinta sejati
                         Bermodalkan hati nan tulus murni
                         Tanpa dihiasi akan indikasi dan beribu intrik
                                 Aku apa adanya melangkah sesuai kehendak

Pecah cermin


Goresan yang ada hanya menyiratkan dari suatu problema namun bukan berarti kita larut dalam masalah yang ada. Bila tak dapat dipertahankan untuk apa dipaksakan, biarkan segala terjadi seiring waktu yang berjalan.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita berjudul " Pecah Cermin ".

Pecah cermin yang berserak
Tak mungkin dapat menyatu lagi
Bila dipaksa akan tertusuk ibu jari
Biarkan terbuang dalam parit agar rasa tak terusik

Dalam gerak air mengalir
Terbawa hingga menuju ke hilir
Terbenam bersama kubangan lumpur
                                                     Tak lagi membias akan terpaan sinar

                 Tak perlu salahkan cermin yang pecah
                 Bila waktunya tiba akan berserak juga
                 Seiring rapuhnya akan rasa
                 Hingga tersisa kata berpisah

Pecah cermin


Goresan yang ada hanya menyiratkan dari suatu problema namun bukan berarti kita larut dalam masalah yang ada. Bila tak dapat dipertahankan untuk apa dipaksakan, biarkan segala terjadi seiring waktu yang berjalan.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita berjudul " Pecah Cermin ".

Pecah cermin yang berserak
Tak mungkin dapat menyatu lagi
Bila dipaksa akan tertusuk ibu jari
Biarkan terbuang dalam parit agar rasa tak terusik

Dalam gerak air mengalir
Terbawa hingga menuju ke hilir
Terbenam bersama kubangan lumpur
                                                     Tak lagi membias akan terpaan sinar

                 Tak perlu salahkan cermin yang pecah
                 Bila waktunya tiba akan berserak juga
                 Seiring rapuhnya akan rasa
                 Hingga tersisa kata berpisah

Hilang...


Bila rasa yang semula ada berangsur sirna karena problema, tak lagi dapat dipaksakan untuk kembali ada, kalaupun ada kata kembali rasa itu tak mungkin ada sepenuhnya.

Satu goresan kembali untuk kamu, dia dan kita berjudul " Hilang ".

Untuk apa kembali hadir
Bila rasa telah memudar
Tak perlu mengungkit
Rasa tak mungkin bangkit

Walau kau tebar pesona
menggoda penuh rayu
Akan indahnya gemulai tarianmu
                                                     Atau senandung penuh iba

                      Tak luluh rasaku akan asa semu
                      Biarkan lalu menjadi cerita kelabu
                      Seperti debu kotori permukaan alas
                      Hilang tersapu tanpa bekas

Hilang...


Bila rasa yang semula ada berangsur sirna karena problema, tak lagi dapat dipaksakan untuk kembali ada, kalaupun ada kata kembali rasa itu tak mungkin ada sepenuhnya.

Satu goresan kembali untuk kamu, dia dan kita berjudul " Hilang ".

Untuk apa kembali hadir
Bila rasa telah memudar
Tak perlu mengungkit
Rasa tak mungkin bangkit

Walau kau tebar pesona
menggoda penuh rayu
Akan indahnya gemulai tarianmu
                                                     Atau senandung penuh iba

                      Tak luluh rasaku akan asa semu
                      Biarkan lalu menjadi cerita kelabu
                      Seperti debu kotori permukaan alas
                      Hilang tersapu tanpa bekas

Cerita dibalik dinding kardus...


Terkadang kita lupa akan sekitarnya, lupa untuk membagi sedikit rezeki yang kita peroleh walau sebenarnya ada bagian dari rezeki yang kita peroleh adalah hak mereka. Siapakah mereka ?, mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Marilah kita berbagi untuk mereka sebagai bagian dari amal ibadah, sehingga tanpa dirasa tercipta juga satu goresan untuk kamu, dia & kita berjudul " Cerita dibalik dinding kardus ".

Semilir angin yang berhembus
Tak mampu mengusik akan lamunan
Tentang syair kehidupan yang kian melantun
Kata-kata hanya temani hati yang miris

Saksikan bocah bertelanjang kaki berlari
Mengais diantara tumpukan barang bekas
Tak lagi perduli akan luka yang menghias
                                                          Pikirnya hanya untuk sekerat roti

       Diantara gedung menjulang terselip cerita
       Dari balik dinding kardus sebuah gubuk
       Tangis sesekali si kecil bertelanjang dada
       Tak mampu menggugah rasa iba embuk

Jangankan untuk beli susu dan sekolah
Untuk makan begitu susah
Jangankan beraneka kain yang membalut tubuh
Untuk menggantikan sehelai menanti sang surya menjamah

Cerita dibalik dinding kardus...


Terkadang kita lupa akan sekitarnya, lupa untuk membagi sedikit rezeki yang kita peroleh walau sebenarnya ada bagian dari rezeki yang kita peroleh adalah hak mereka. Siapakah mereka ?, mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Marilah kita berbagi untuk mereka sebagai bagian dari amal ibadah, sehingga tanpa dirasa tercipta juga satu goresan untuk kamu, dia & kita berjudul " Cerita dibalik dinding kardus ".

Semilir angin yang berhembus
Tak mampu mengusik akan lamunan
Tentang syair kehidupan yang kian melantun
Kata-kata hanya temani hati yang miris

Saksikan bocah bertelanjang kaki berlari
Mengais diantara tumpukan barang bekas
Tak lagi perduli akan luka yang menghias
                                                          Pikirnya hanya untuk sekerat roti

       Diantara gedung menjulang terselip cerita
       Dari balik dinding kardus sebuah gubuk
       Tangis sesekali si kecil bertelanjang dada
       Tak mampu menggugah rasa iba embuk

Jangankan untuk beli susu dan sekolah
Untuk makan begitu susah
Jangankan beraneka kain yang membalut tubuh
Untuk menggantikan sehelai menanti sang surya menjamah

Maafkan membuatmu sedih...


Tak ada satu'pun yang menginginkan ada duka apalagi hingga terasa didada, namun bila hal itu terjadi tak dapat juga kita mengelaknya. Satu hal yang harus kita sikapi adalah bagaimana caranya agar kita tak larut dalam luka atau duka yang ada, karena kita dituntut untuk tetap melangkah guna mewujudkan mimpi yang ada didepan mata.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Maafkan membuatmu sedih ".

Ketika dirimu hadir
Kembali kutemui keceriaan yang pernah hilang
Terhempas diantara bebatuan karang
Dalam lamunan rasa yang mulai memudar


Perlahan kau yakini diri
Seiring cinta yang mulai bersemi
Namun hati ini masih sulit menerima
Akan satu rasa yang pernah sirna

       Maafkan bila membuatmu sedih
       Bukan maksudku untuk menolak kasih
       Namun masih kurasa trauma akan duka
       Hingga tak tahu lagi arti cinta

Dalam tangis kau yakini diri
Kembali kusesali akan curahan rasa yang kau beri
Maafkan akan kebekuan hati ini
Hingga tak dapat lagi untuk mencintai

Kepasrahan jiwa...


Saat diri terhempas dalam arungi kehidupan yang ada alangkah baiknya kita selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena KepadaNya lah kita berdoa dan meminta dalam kepasrahaan yang ada.

Satu goresan atas IjinNya pula kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul "Kepasrahan Jiwa".


Saat sujudku disepertiga malam
Kembali kutemui lentera kehidupan
Walau redup dapat terangi kelam
Seiring doa dalam sedu sedan

Kepasrahan akan ketidak berdayaan
Arungi kehidupan yang penuh beban
Kembali terduduk penuh kehambaan
                                                         Dalam segala lafad yang ku kumandangkan

       Hanya kepada Engkaulah Ilahi
       Yang dapat memberiku perlindungan dan petunjuk
       Agar dapat kumelangkah seiring alunan suci
       Tanpa temui rintangan dalam setiap pijak

Hanya kepada Engkau pulalah aku memohon
Agar arungi hidup penuh rezeki dan kasih
Memberi dan menerima tanpa pamrih
Untuk bekalku kelak kembali keharibaan

Kepasrahan jiwa...


Saat diri terhempas dalam arungi kehidupan yang ada alangkah baiknya kita selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena KepadaNya lah kita berdoa dan meminta dalam kepasrahaan yang ada.

Satu goresan atas IjinNya pula kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul "Kepasrahan Jiwa".


Saat sujudku disepertiga malam
Kembali kutemui lentera kehidupan
Walau redup dapat terangi kelam
Seiring doa dalam sedu sedan

Kepasrahan akan ketidak berdayaan
Arungi kehidupan yang penuh beban
Kembali terduduk penuh kehambaan
                                                         Dalam segala lafad yang ku kumandangkan

       Hanya kepada Engkaulah Ilahi
       Yang dapat memberiku perlindungan dan petunjuk
       Agar dapat kumelangkah seiring alunan suci
       Tanpa temui rintangan dalam setiap pijak

Hanya kepada Engkau pulalah aku memohon
Agar arungi hidup penuh rezeki dan kasih
Memberi dan menerima tanpa pamrih
Untuk bekalku kelak kembali keharibaan

Kembali ke titik nol...


Bila rasa itu telah tiada, tak ada lagi yang dapat kita pertahankan apalagi diperjuangkan, mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus dapat menerimanya.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita berjudul " Kembali ke titik nol ".


Mencoba untuk tetap bertahan
Agar rasa senantiasa ada
Namun segalanya percuma
Karena tiada tanggapan

Seandainya saja masih ada cinta
Tak sulit bagimu untuk memaafkan
Bukan sebaliknya menutup mata
Hingga tak perduli akan jalinan


       Kini kita kembali ke titik nol
       Saat diantara kita tak saling mengenal
       Tiada tegur sapa dan canda
       Ataupun berbagi rasa suka duka

Mungkin ini yang terbaik bagi kita
Agar tiada prasangka maupun emosi jiwa
Bebas memilih dalam kehidupan sendiri
Sebebas mata mencari diantara yang tersembunyi

Kembali ke titik nol...


Bila rasa itu telah tiada, tak ada lagi yang dapat kita pertahankan apalagi diperjuangkan, mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus dapat menerimanya.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita berjudul " Kembali ke titik nol ".


Mencoba untuk tetap bertahan
Agar rasa senantiasa ada
Namun segalanya percuma
Karena tiada tanggapan

Seandainya saja masih ada cinta
Tak sulit bagimu untuk memaafkan
Bukan sebaliknya menutup mata
Hingga tak perduli akan jalinan


       Kini kita kembali ke titik nol
       Saat diantara kita tak saling mengenal
       Tiada tegur sapa dan canda
       Ataupun berbagi rasa suka duka

Mungkin ini yang terbaik bagi kita
Agar tiada prasangka maupun emosi jiwa
Bebas memilih dalam kehidupan sendiri
Sebebas mata mencari diantara yang tersembunyi

Kisah kasih...


Wajar bila setiap manusia menginginkan kehidupan yang baik-baik saja tanpa adanya suatu halangan apapun atau dari berbagai pihak manapun, namun bukan berarti juga kita larut dalam masalah yang ada bila satu rintangan menghambat langkah kita.

Rintangan adalah cobaan dan ujian bagi kita untuk dapat berpikir lebih dewasa serta dapat mencermati akan segala sesuatunya dalam kehidupan yang kita jalani. Agar kita tetap bergerak dan tetap melangkah dalam mewujudkan segala mimpi yang ada.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Kisah kasih ".


Saat langkah mulai tertatih
Dalam alunan hidup menyendiri
Segenggam asa mulai merengkuh
Hingga luka kian terobati

Mulai terlintas seuntai senyum
Dari bibir manis bergincu
Rasa kian tersirat hadirkan rindu
Dalam buaian kasih dipenghujung malam


       Sejuta bintang penuh pesona
       Iringi kesyahduan akan senandung cinta
       Hanyut dibuai asmara tak ingin terpisah
       Jarak dan waktu kini lahirkan sebuah kisah

Cinta kasih sepasang anak manusia
Walau berbeda tetap menerjang
Berharap restu yang melarang
Akan jalinan cinta kasih yang ada

       Anak kian berontak akan kekangan
       Tak perduli hujatan dan hambatan
       Keinginan adalah tujuan untuk buktikan rasa hati
       Satu rasa hakiki yang tak tergerus akan duniawi


Kisah kasih...


Wajar bila setiap manusia menginginkan kehidupan yang baik-baik saja tanpa adanya suatu halangan apapun atau dari berbagai pihak manapun, namun bukan berarti juga kita larut dalam masalah yang ada bila satu rintangan menghambat langkah kita.

Rintangan adalah cobaan dan ujian bagi kita untuk dapat berpikir lebih dewasa serta dapat mencermati akan segala sesuatunya dalam kehidupan yang kita jalani. Agar kita tetap bergerak dan tetap melangkah dalam mewujudkan segala mimpi yang ada.

Satu goresan kembali hadir untuk kamu, dia dan kita dengan judul " Kisah kasih ".


Saat langkah mulai tertatih
Dalam alunan hidup menyendiri
Segenggam asa mulai merengkuh
Hingga luka kian terobati

Mulai terlintas seuntai senyum
Dari bibir manis bergincu
Rasa kian tersirat hadirkan rindu
Dalam buaian kasih dipenghujung malam


       Sejuta bintang penuh pesona
       Iringi kesyahduan akan senandung cinta
       Hanyut dibuai asmara tak ingin terpisah
       Jarak dan waktu kini lahirkan sebuah kisah

Cinta kasih sepasang anak manusia
Walau berbeda tetap menerjang
Berharap restu yang melarang
Akan jalinan cinta kasih yang ada

       Anak kian berontak akan kekangan
       Tak perduli hujatan dan hambatan
       Keinginan adalah tujuan untuk buktikan rasa hati
       Satu rasa hakiki yang tak tergerus akan duniawi


Lupakan duka...


Sahabat, mengapa harus merasakan pedih dan luka hanya untuk satu kata kegagalan. Padahal dirimu tahu bahwa kegagalan adalah jalan setapak menuju keberhasilan yang tertunda.

Banyak, banyak sekali hikmah yang kamu dapat dari kegagalan. Ya, setidaknya dari keinginanmu untuk keluar dari kegagalan itu sendiri adalah merupakan semangat baru bagimu untuk bangkit kembali dengan mengoptimalkan segala kemampuan dan kreatifitas yang ada dalam diri, namun yang harus tetap ditekankan adalah kesabaran dalam setiap langkahmu.

Satu lagi goresan untuk kamu, dia dan kita berjudul " Lupakan duka ".

Berarak angan melayang
Kembali jatuh dalam kegagalan
Kegagalan akan cerita berkepanjangan
Terasa tak henti menerjang

Hati yang rapuh akan ilusi
Jiwa yang kukuh seakan tiada lagi
Satu rasa telah terjerat
                                                     Satu makna kian tak lekat

        Haruskah seperti ini
        Larut dalam kesenyawaan tiada guna
        Itu hanya kamuflase belaka
        Mari kembali dalam paradigma hati

Ku harus bisa lupakan duka 
Walau terseok harus tetap melangkah
Terus bergerak mencoba merengkuh
Satu karunia terbaik disaatnya tiba

Lupakan duka...


Sahabat, mengapa harus merasakan pedih dan luka hanya untuk satu kata kegagalan. Padahal dirimu tahu bahwa kegagalan adalah jalan setapak menuju keberhasilan yang tertunda.

Banyak, banyak sekali hikmah yang kamu dapat dari kegagalan. Ya, setidaknya dari keinginanmu untuk keluar dari kegagalan itu sendiri adalah merupakan semangat baru bagimu untuk bangkit kembali dengan mengoptimalkan segala kemampuan dan kreatifitas yang ada dalam diri, namun yang harus tetap ditekankan adalah kesabaran dalam setiap langkahmu.

Satu lagi goresan untuk kamu, dia dan kita berjudul " Lupakan duka ".

Berarak angan melayang
Kembali jatuh dalam kegagalan
Kegagalan akan cerita berkepanjangan
Terasa tak henti menerjang

Hati yang rapuh akan ilusi
Jiwa yang kukuh seakan tiada lagi
Satu rasa telah terjerat
                                                     Satu makna kian tak lekat

        Haruskah seperti ini
        Larut dalam kesenyawaan tiada guna
        Itu hanya kamuflase belaka
        Mari kembali dalam paradigma hati

Ku harus bisa lupakan duka 
Walau terseok harus tetap melangkah
Terus bergerak mencoba merengkuh
Satu karunia terbaik disaatnya tiba

Sia - sia...


Untuk apa diperjuangkan bila satu rasa telah memudar, walau terasa berat namun setidaknya dapat berpikir objektif. Bila belum termiliki bukan berarti langkah terhenti, yakinilah disana, disuatu tempat telah menunggu yang terbaik untuk kamu, dia atau kita.

Satu goresan kembali merangkum kata dalam nada rasa kamu, dia dan kita berjudul " Sia-sia ".

Mega pekat enggan beranjak
Payungi diri dalam keraguan
Bias mentaripun seakan tak berpihak
Untuk tunjukan sedikit jalan

Agar tak salah arah
Saat pijak mulai melangkah
Namun kini segalanya telah terhenti
                                                   Seiring datangnya malam nan sunyi

       Tak ingin dikata tak tahu diri
       Sudah saatnya pula untuk mundur
       Menjauh dari rasa yang kian memudar
       Mencari satu rasa yang belum termiliki

Tak ada gunanya pula mengharap sesuatu
Hingga berjuang separuh jiwa
Rasa yang ada kian membelenggu
Pada akhirnya berujung sia-sia

Sia - sia...


Untuk apa diperjuangkan bila satu rasa telah memudar, walau terasa berat namun setidaknya dapat berpikir objektif. Bila belum termiliki bukan berarti langkah terhenti, yakinilah disana, disuatu tempat telah menunggu yang terbaik untuk kamu, dia atau kita.

Satu goresan kembali merangkum kata dalam nada rasa kamu, dia dan kita berjudul " Sia-sia ".

Mega pekat enggan beranjak
Payungi diri dalam keraguan
Bias mentaripun seakan tak berpihak
Untuk tunjukan sedikit jalan

Agar tak salah arah
Saat pijak mulai melangkah
Namun kini segalanya telah terhenti
                                                   Seiring datangnya malam nan sunyi

       Tak ingin dikata tak tahu diri
       Sudah saatnya pula untuk mundur
       Menjauh dari rasa yang kian memudar
       Mencari satu rasa yang belum termiliki

Tak ada gunanya pula mengharap sesuatu
Hingga berjuang separuh jiwa
Rasa yang ada kian membelenggu
Pada akhirnya berujung sia-sia