Senandung Rindu Angeline

 Senandung rindu Angeline



Satu masa kita akan dibenturkan untuk menentukan satu pilihan, dimana pilihan yang membuat kita terkadang harus merelakan apa yang kita rasakan berat untuk menjauh dari orang yang kita sayangi.


 

Walau sakit tapi itulah pilihan yang harus kita jalani untuk segera bangkit dan tidak ingin terpuruk dalam masalah yang membuat kita terpaku dalam harapan semu.



Angeline menutup diary kecil yang selalu menemani hari-harinya kemanapun ia pergi dan bila ada kesempatan, ia selalu menggoreskan kata-kata dalam ungkapan hatinya. Seperti saat ini ketika ia sedang berada disalah satu bangku yang berada di pantai Kuta Bali. Tak dindahkannya keramaian yang ada dipantai Kuta dengan para pengunjung yang memanfaatkan liburan panjang tahun ini, sementara dilihatnya Ratna, Rahayu dan Sonia sedang terlena bercanda ria dihamparan pasir putih diantara riak-riak berbuih yang dihantarkan oleh gelombang kecil pantai Kuta sambil bercanda riang.


“Angel..!.” Teriak Ratna dari tepi pantai sambil mengangkat tangannya mengajak Angel untuk bersamanya namun Angel hanya mengangkat tangannya sambil tersenyum. Sebenarnya ia enggan untuk berbasah-basahan seperti apa yang dilakukan ketiga temannya yang menyibak-nyibakan air laut di pantai Kuta ini namun karena ada perasaan tidak enak, dihampirinya juga teman-temannya dan kini mereka berempat larut dalam canda ria.


“Angel, aku minta walau kamu sudah pindah ditempat kerjaan baru jangan lupa sama kita-kita ya...!.”kata Sonia mengingatkan saat mereka berempat sedang berada disebuah restauran Jimbaran yang berada ditepi laut sambil menikmati hembusan angin laut dan deburan ombak dimalam hari.

“Ya, tidaklah Son !.”sahut Angeline tersenyum sambil menguyah makanannya.

“Iya Ngel, kita tetap jaga hubungan dan jalan-jalan seperti ini.”sahut Rahayu menimpali pembicaraan

“Pokoknya seminggu atau sebulan sekali bila ada waktu, kita kumpul.”sahut Ratna bersemangat sambil mengambil udang asem manis yang berada didepannya.

“Gimana bisa kan !?.”pinta Ratna lagi kepada teman-temannya sambil mengangkat gelas untuk bersulang dengan ketiga temannya.

“Ok...!”sahut mereka berempat bersulang sambil tertawa riang dan menghabiskan menu makanan yang berada dimeja.


Malam kian larut namun mereka berempat seakan enggan untuk segera kembali kehotel karena besok mereka sudah kembali lagi ke Jakarta maka dengan mobil yang disewanya dua hari lalu saat mereka baru tiba di Denpasar Bali, dipuaskannya hati mereka pada malam ini menelusuri jalan-jalan disepanjang jl. Jimbaran dan Jl. Kuta. Sedangkan dihari-hari sebelumnya mereka berempat telah memuaskan hatinya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang berada di Bali, diantaranya Tanahlot, Gianyar, Kintamani hingga ke Taman Garuda Wisnu Kencana dan Sukowati.


Walau mereka berempat namun tawa canda mereka telah membuat para turis asing dan domestik yang lalu lalang tersenyum memperhatikannya. Namun disalah satu sudut cafe terlihat seorang pemuda sedang memperhatikan mereka berempat, pandangannya tak lepas memperhatikannya dan dengan segera pemuda tersebut beranjak dari tempat duduknya menghampiri mereka berempat yang sedang melihat pernak pernik disalah satu outlet cinderamata.


“Angel..!”teriak kecil pemuda tersebut.

Angel segera menengok dan tertegun sejenak memperhatikan pemuda yang sangat dikenalnya itu “Ceina”. Ucapnya dalam hati yang tidak menyangka akan bertemu lagi dengan orang yang telah mengharu birukan hatinya setahun yang lalu.

“Untuk apa kamu menemuiku lagi ?.”ucap Angel acuh tak acuh sementara ketiga temannya yang mengenal Ceina segera menjauh dan membiarkan mereka berdua.

“Angel, maafkan aku”. Ucap Ceina meminta dengan suaranya yang agak bergetar.

“Aku sudah memaafkan dan kamu bukan siapa-siapaku lagi, untuk itu jangan gangguku lagi. Jelas !.” ucap Angel tegas dengan wajahnya yang mulai kesal sambil beranjak pergi.

“Angel tunggu, dengar penjelasanku.”pinta Ceina sambil merengkuh tangan Angel namun dengan segera Angel menepisnya dan tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Ceina yang terpaku.

“Baik bila itu memang keinginanmu tapi percayalah aku masih menyayangi dan mencintaimu.”teriak Ceina yang tidak perduli oleh orang yang lalu lalang dan memperhatikannya, dengan segera ia membalikan tubuhnya dan kembali ke cafe dengan perasaan getirnya.


Malam ini Angel tidak dapat memejamkan matanya, ia tidak menyangka bila malam ini bertemu kembali dengan orang yang telah mengharu birukan perasaannya. Kini pikirannya  mulai menerawang

jauh teringat akan masa bersamanya dengan Ceina setahun lalu. Berjalannya waktu ia merasakan bila Ceina begitu protec pada dirinya, walau pada akhirnya ia sendiri mengakui bahwa yang diingini Ceina itu ada benarnya juga apalagi ketika ia memutuskan untuk mengajukan resign dua minggu lalu ditempatnya bekerja karena salah satu permohonannya tidak disetujui oleh perusahaan.


Masih lekat dalam ingatannya bagaimana kecewanya Ceina saat ia memutuskan hubungannya dan mengatakan bahwa ia telah memiliki pacar baru. Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dibibirnya dan dengan segera pergi membawa kekecewaan yang teramat sangat, tidak diindahkannya hujan yang saat itu turun dengan derasnya. Disaat itu juga ada perasaan bersalah dalam diri Angel namun itulah keputusan yang harus diambilnya, walau terasa pedih ia harus melakukannya. Akan tetapi dengan berjalannya waktu ia baru menyadari bahwa apa yang dilakukannya saat itu sangatlah salah. Rama seorang pemuda yang semula dianggapnya lebih baik dari Ceina dan dapat mengerti akan dirinya ternyata hanyalah seorang lelaki mata keranjang dan hidung belang yang memanfaatkan kesedihan dan kebimbangannya. Maafkan aku Cein, bukannya aku tidak menyayangi dan mencintaimu. ucapnya lirih dalam hati sambil berusaha memejamkan matanya dan tanpa disadari oleh Angel air mata yang telah lama terpendam kini menetes membasahi pipinya.


Baginya tak ada yang berbeda ditempat kerjaan yang lama dengan tempat kerjaannya yang baru karena dalam bekerja Angel selalu menerapkan sikap profesionalnya sebagai pekerja. Ya, walau terkadang ada juga teman pria kantornya maupun client yang mengarah kemasalah pribadinya namun ia tidak memperdulikannya mungkin ini sudah resiko bila bekerja dibidang jasa. Kini yang ada dalam pikirnya adalah mengejar carrier untuk lebih mapan.


Namun dengan berjalannya waktu ada kerinduan yang teramat sangat pada teman-temannya sudah dua bulan belakangan ini mereka tidak berkumpul, melalui telephone kantor kini ditekannya no.hp Ratna namun tidak ada jawaban kembali ia redial no.hp Ratna.

“Hallo..!.”sahut suara diseberang sana.

“Assalamu’alaikum. Rat, aku Angel.”jawab Angel memberitahu

“Waalaikum salam, Aku Sonia Ngel.”sahut Sonia segera terdengar suaranya agak parau

“Loh, Ratna kemana Son ?.” Tanya Angel penasaran.

“Ratna kecelakaan Gel. Ya. sudah sekarang kamu ke RS. Thamrim saja.”pinta Sonia dengan segera sambil mematikan hp Ratna.


Dengan segera Angel mengambil kunci kendaraan dan tasnya yang berada dimeja, agak gusar juga ia mendengar kabar tentang Ratna. Kini ia menuju RS. Thamrin yang berada di Jl. Salemba – Jakarta Pusat. Baginya tidak terlalu sulit mencari keberadaan RS. Thamrin karena saat masih bersama Ceina jalan tersebut sering dilaluinya.


Angel memarkir kendaraannya dihalaman parkir yang berada tepat didepan bangunan rumah sakit dengan segera ia menuju keruang IGD dilihat Sonia dan Rahayu sedang duduk dibangku yang berada tepat didepan ruang IGD.

“Ratna bagaimana Son ?.”tanya Angel sambil mengecup kedua pipi Sonia dan Rahayu.

“Alhamdulillah, tidak apa-apa Ngel.”sahut Sonia.

“Ya sudah aku masuk dulu ya.”ucap Angel sambil membuka pintu ruang IGD. Namun sejenak ia menghentikan langkahnya karena dilihat Ceina sedang berdiri tepat disisi pembaringan Ratna. Sementara Ceina yang mengetahui kedatangan Angel hanya dapat memadanginya saja.

“Untuk apa kamu disini ?.”tanya Angel ketus pada Ceina.

Mendengar pertanyaan Angel, Ceina hanya terdiam dan menghela nafas. Sengaja ia menawan diri agar tidak terpancing akan perkataan atau pertanyaan Angel yang dianggapnya bukan pada tempat nya dengan segera ia meninggalkan ruang IGD.

“Rahayu, Sonia. Sudah tidak ada yang dikuatir lagi akan kondisi Ratna, aku pulang dulu ya.”ucap Ceina dengan raut kecapean.

“Ok. Cein, terima kasih atas bantuannya ya.”sahut Sonia dan Rahayu bergantian.

“sama-sama.”sahut Ceina tersenyum dan beranjak pergi.




Tidak tega rasanya Angel untuk membangunkan Ratna yang sedang tertidur dipembaringan ruang IGD, namun dari luka yang dilihatnya tidak begitu mengkuatirkan. Terlihat pelipisnya agak memar dan lengan serta kakinya mengalami luka tergerus. Ditinggalkannya Ratna yang sedang tertidur dengan segera ia menghampiri Sonia dan Rahayu yang berada diluar.
“Ratna sedang tidur.”katanya memberitahu kepada kedua temannya.

“kenapa Ceina ada disini ?.”tanya Angel kepada Sonia wajahnya terlihat agak kesel.  

“kenapa ya..!?.” sahut Sonia sambil memandang Rahayu sementara Rahayu hanya menggelengkan kepalanya.

“info yang aku dengar dari suster sich, dia yang membawa Ratna kemari Ngel.”sahut Sonia lagi karena ia juga belum sempat menanyakan tentang keberadaan Ceina dirumah sakit ini.

Angel yang mendengar penjelasan Sonia mengernyitkan dahinya, seakan ia tidak mengerti dengan kehadiran Ceina yang membawa Ratna kerumah sakit ini.

“maksudnya gimana Son ?.”tanya Angel lagi penasaran.

“aku juga nggak tahu ceritanya Ngel.”sahut Sonia males-malesan

“sekarang Ceina dimana ?.”tanya Angel lagi yang masih penasaran tentang keberadaan Ceina.

“sudah pulang.”sahut Rahayu singkat sambil memainkan hpnya.

“Dasar nenek, dari tadi nanya terus !?.”sungut Rahayu bercanda sementara Angeline hanya tersenyum

“jangan-jangan masih cintrong nich..!?.”goda Rahayu lagi sambil mengedipkan mata dan tertawa

“apa sich kamu..!.”sungut Angel sambil mencubit pelan pipi Rahayu

“Ciee…cieee..!.”goda Sonia menimpali sambil tertawa, kini kembali Angeline mencubit pipi Sonia dengan gemesnya sehingga mereka bertiga tertawa bercanda dengan godaan-godaan yang ada.


Namun canda tawa mereka terhenti karena tiba-tiba seorang suster memanggil nama Ceina sebagai penanggung jawab pasien atas nama Ratna.

“Ya, sus ada apa ?.”sahut Engeline seketika sambil berdiri menghampiri suster

“Sesuai keinginan pasien, perawatan dapat dilakukan dirumah untuk itu ibu dapat menyelesaikan biaya administrasinya dulu dikasir.”kata suster sambil menyerahkan form hasil perawatan ke Angeline.

“terima kasih ya Sus.”sahut Angeline menerima formulir hasil perawatan Ratna dan segera menuju ke Kasir ditemani oleh Sonia sementara Rahayu masuk keruang IGD untuk menemani Ratna.


Sesampainya di kasir yang terlihat sepi diserahkannya formulir bukti perawatannya kepada salah satu pegawai yang berada diloket.

“Tunggu sebentar ya bu”kata pegawai tersebut dengan ramah.

“Terima kasih ya mbak.”sahut Angel mengajak duduk Sonia yang berada didepan loket. Namun tidak berapa lama pegawai kasir memanggilnya. Angel dan Sonia beranjak dari kursinya.

Dengan segera Angel mengeluarkan kartu ATM miliknya.

“Berapa mbak ?.”tanya Angel sambil menyerahkan kartu ATM

“sudah dibayar oleh bapak Ceina bu, tadi dia deposito dulu”.sahut pegawai tersebut tersenyum

Seketika Angel dan Sonia saling memandang terheran-heran mendengar penjelasan pegawai kasir tersebut.

“Dan ini kelebihannya, bu.”katanya lagi sambil menyerahkan beberapa lembar uang kertas Rp.100.000,- dan Rp. 50.000,- kepada Angel.

“Terima kasih ya mbak.”sahut Angel yang masih bertanya-tanya, apa maksud dari semua ini. Tanyanya dalam hati. Karena penasaran Angel mengajak duduk kembali Sonia sementara Sonia merasa kebingungan melihat sikap Angel yang tiba-tiba mengajak duduknya kembali.


“Kamu kenapa sih Ngel ?.” Tanya Sonia seketika namun Angel diam saja.

“Aku mau tanya, ada hubungan apa Ratna dengan Ceina ?.”kata Angel balik bertanya kepada Sonia yang seketika mengernyitkan dahinya merasa heran dengan pertanyaan Angel.

“Maksud kamu apa Ngel, mereka pacaran begitu !?.”tanya Sonia dengan mimik meledeknya. Angel terdiam mendengar perkataan Sonia.

“Gila aja kamu Ngel, menuduh Ratna yang tidak-tidak.”ucap Sonia penuh kesal

“Tapi kenapa Ceina ada disini dan dengan sukarela dia menaruh deposit untuk perawatan Ratna.”sahut Angel yang tidak habis pikir akan hal itu.

“Aku sudah katakan, aku tidak tahu ceritanya.”tukas Sonia agak sewot karena ia tidak menduga dengan jalan pikiran Angel yang seperti itu. Namun pada akhirnya Sonia’pun dapat memaklumi akan perasaan temannya ini yang masih memiliki rasa cemburu, dengan segera ia berusaha menenangkan hati Angel.

“Ok, aku mengerti apa yang kamu rasa.”kata Sonia pelan sambil menepuk pundak Angel yang masih terdiam dan tertunduk lesu.

“Nanti kita akan tanyakan pada Ratna cerita yang sebenarnya.”katanya lagi sambil merengkuh lengan Angel untuk mengajaknya keruang IGD. Namun sebelum melangkah Sonia membisikan sesuatu ditelinganya Angel.

“Ceina masih menyayangi kamu Ngel.”

“Apaan sih kamu !.”sahut Angel tersipu malu sambil mencubit pinggang Sonia yang menggodanya dan  Sonia tertawa geli melihat Angel yang malu-malu untuk mengakuinya.

Sepanjang perjalanan didalam mobil yang dikendarai oleh Angel, hanya Sonia dan Rahayu yang banyak bertanya mengenai keberadaan Ceina di rumah sakit sementara Angel hanya terdiam mendengar penjelasan dari Ratna.
"Begini ceritanya."ucap Ratna sambil membenarkan posisi duduknya.

“Semula aku tidak tahu jika yang membantuku itu Ceina, saat aku berusaha mempertahankan tasku dari penjambret tiba-tiba ada pemuda yang keluar dari mobilnya dan mengejar penjambret tersebut sementara aku terjatuh dan sempat terseret motor penjambretnya.”kata Ratna menceritakan kejadiannya sementara ketiga temannya begitu serius mendengarkannya.

“setelah pelaku diamankan dia langsung mengantarkan aku kerumah sakit.”kata Ratna melanjutkan ceritanya.

“Terus..!.”tanya Rahayu dengan mimik wajah penasarannya.

“Terus ya..nabrak !.”sahut Ratna bercanda sambil meringis menahan sakit dilengannya. Dengan seketika ketiga temannya tertawa mendengar gurauan Ratna.

“Bagaimana bu, sudah jelaskan bu..!?.”kata Sonia tiba-tiba sambil menggoda menunjukan mimik wajah lucunya kepada Angel sementara Angel hanya tersipu malu sambil memperhatikan kendaraan yang berada didepannya. Maafkan aku, Ratna. Aku telah berprasangka yang tidak-tidak padamu. Kata Angel dalam hati.






Bila saja, aku masih bersamamu. Tak mungkin aku merasakan seperti apa yang kurasakan selama ini. Memendam rindu yang kian membelenggu. Maafkan aku Cein, aku telah salah menilaimu. Aku ingin kita dapat bersama lagi seperti dulu, namun masih pantaskah aku mendampingimu dengan kesalahan yang telah aku lakukan….

Angel menghentikan tulisannya di buku diary kecilnya dan diusapnya air mata yang membasahi pipinya. Kini kerinduan begitu menggelayuti hatinya dan diraihnya laptop yang berada dimeja rias dan kini ia membuka situs Google mencari nama Ceina karena setahunya Ceina aktif menulis puisi dan cerpen diblogspot.com dari situs Google itu juga ia bisa sekali-sekali memandangi foto Ceina untuk sekedar mengobati rasa rindunya. Namun kini dilihat ada satu video yang diunggah oleh Ceina namun belum pernah ia melihatnya, dengan segera diarahkan cursor menekan tanda play. Terlihat didalam video Ceina sedang bernyanyi dengan diiringi suara gitar yang dipetiknya. Ada perasaan haru yang teramat sangat dirasakan Angel sehingga ia’pun tidak dapat membendung kesedihannya dan kini ia larut dalam isak tangisnya seiring lyrik lagu yang dinyanyikan Ceina dan terlihat juga slide foto disaat mereka berdua memadu kasih.




Sadarlah sayang betapa besar rasa cintaku

Bila kusendiri selalu teringat akan dirimu

Tak kupahami kenapa harus terjadi

Disaat cinta mulai terikat janji suci.....


Angel segera menghapus air matanya dan segera ia menuju pintu kamarnya karena terdengar dari balik pintu mbak Sari pembantu rumah memanggil namanya dan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya berulang kali.

“Ada apa mbak ?.”tanya Angel masih terisak.

“Ada tamu non.”jawab mbak Sari memperhatikan wajah Angel.

“Terima kasih ya mbak.”sahut Angel lagi sambil menuruni anak tangga menuju keruang tamu untuk menemui tamu yang dikatakan oleh mbak Sari.


Angel menghentikan langkahnya dan tertegun seakan dirasakan detak jantungnya berhenti sejenak serasa ia tidak mampu lagi untuk melangkahkan kakinya dengan apa yang dilihatnya. Sementara Ceina berdiri memandang dan menghampirinya.

“Angel, maafkan aku.”ucap Ceina ragu.

Angel terdiam sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya seakan ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. dengan segera ia menghampiri dan memeluk tubuh Ceina sambil menangis.

“tidak Cein, Akulah yang salah. Maafkan aku Cein.”sahut Angel memeluk tubuh Ceina erat-erat menumpahkan segala kesedihan dalam tangisnya. Perlahan Ceina membalas pelukan erat Angel.

“Tidak ada yang harus dimaafkan Ngel.”ucap Ceina pelan namun Angel menggelengkan kepalanya.

“Aku yang salah Cein.”ucap Angel dalam isak tangisnya sambil mempererat pelukannya.

“Ya, sudah. Kita lupakan yang lalu, kini kita buka lembaran baru yang lebih baik.”kata Ceina berusaha menenangkan pujaan hatinya yang selama ini hilang.

“Tapi kamu janji.”pinta Angel manja sambil melepaskan pelukannya

“Janji apa Ngel ?.”tanya Ceina pelan

“Aku minta jangan khianati aku.”kata Angel penuh manja sambil mengecup kedua pipi Ceina

“Siap tuan putri.”sahut Ceina setengah bercanda sambil mengecup kening Angel dan Angel’pun menjatuhkan kembali dirinya dalam pelukan hangat Ceina. Ada kebahagiaan yang dirasanya yang dulu pernah hilang kini datang kembali.


“Cieee...ciiieee..!!!, yang sudah rujukan, kita sekarang dilupain ya..!!.”teriak Sonia tiba-tiba yang mengagetkan Angel dan Ceina, dengan segera Angel melepaskan pelukannya. Dilihatnya Sonia, Rahayu dan Ratna sudah berdiri didekat pintu sambil tertawa menggoda.


Kini dialihkan tatapan matanya ke Ceina sementara Ceina hanya tersenyum dan berusaha mengalihkan pandangannya.

“Ooh !, jadi kamu toh yang mengundang tiga ceriwis ini kemari.”sahut Angel dengan wajahnya yang kesal

“Bukan aku Ngel, tapi mereka yang mau ikut.”kata Ceina membela diri.

“Kiiitttaaa..!!!. Dia kali !!!.” Sahut Sonia, Rahayu dan Ratna bersamaan dengan gaya genitnya penuh tawa sambil menunjuk kearah Ceina. Ceina yang merasa terpojok kini berusaha menghindar dari cubitan Angel, cubitan yang dulu pernah hilang kini datang lagi dan lebih berasa sakit seiring lebih berasanya kasih sayang dan cinta kasih Ceina dan Angel yang tertawa penuh bahagia dengan ditemani  oleh ketiga temannya.

 

No comments:

Post a Comment