HBD My Son

Elegi Nurayu 2



Andika terdiam sejenak, kini ia mengucapkan doa dan salam di dalam hati ketika kendaraan yang dikemudikannya memasuki areal pemakaman umum.

Cuaca yang teduh serta angin yang berhembus sepoi-sepoi menambah suasana khidmat ketika ia dengan ditemani oleh Cynthia berdiri dihadapan makam almarhumah kekasih hatinya.
“Nurayu, sesuai keinginanmu yang tertulis dalam surat yang senantiasa kubawa saat menyendiri, kini kuperkenalkan padamu Cynthia sebagai penggantimu.” Ucap Andika dalam hati yang segera melantunkan beberapa surat pendek dari ayat suci Al’quran dan doa. Sementara Cynthia yang berada disampingnya turut mendoakan almarhumah Nurayu dengan penuh khusyu sambil sesekali menyeka air mata yang membasahi pipinya. Cynthia benar-benar merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh kekasih hatinya ini, apalagi ketika ia teringat saat Andika bercerita mengenai penderitaan Nurayu saat melawan penyakit kanker otaknya.  

“Andika, sebelumnya aku minta maaf bila aku tidak dapat seperti Nurayu.” Kata Cynthia memulai pembicaraan ketika berada didalam kendaraan sepulangnya dari makam.
Andika hanya tersenyum mendengar perkataan Cynthia, direngkuhnya tangan Cynthia dan dikecupnya dengan mesra.
“aku ingin kamu tetap menjadi dirimu seutuhnya Cyn.” kata Andika sambil melirik Cynthia yang sedang memperhatikan dirinya.
“banyak persamaan kamu dengan Nurayu, jadi tidak perlu kamu merubahnya.” Katanya lagi sambil mencubit pelan dagu Cynthia yang agak lancip sementara Cynthia segera merebahkan kepalanya dipundak Andika yang sedang mengendarai mobil. Diperhatikan hari ini dengan pakaian  casualnya terlihat Cynthia sangat cantik sekali.

Walau hubungannya belum lama tapi Cynthia telah merasakan kecocokan yang sangat  dengan Andika, ia menilai Andika  dapat mengerti dan berbagi dalam menyikapi segala sesuatunya, kalaupun ada selisih paham diantara mereka berdua dengan segera Andika berusaha untuk menyelesaikannya. Baginya Andika adalah pelabuhan terakhir untuk hatinya. Walau disadari banyak pria lain yang menaruh hati padanya tapi ia tidak memperdulikannya.

Seperti saat ini, rasanya males sekali Cynthia menemui Damar yang dikenalnya sebagai putra pak Benny rekanan bisnis papanya.
“mau apa sih ma, dia datang lagi nemui aku ?.”tanya Cynthia pada mamanya dengan cemberut
“mana mama tahu Cyn !?. Ya. Sudah kamu temui saja sebentar.” Sahut mamanya sambil meletakan majalah yang baru dibacanya diatas meja.
Bukan mamanya tidak tahu akan kejengkelan anaknya untuk menemui salah satu putra rekanan bisnis suaminya itu, namun mamanya selalu mengingatkan agar tetap menghormati  tamu apalagi yang dikenalnya.

“Selamat malam Cyn !.”ucap Damar segera berdiri dari duduknya ketika melihat Cynthia datang.
“malam.”sahut Cynthia males-malesan sambil duduk disalah satu bangku yang berada diruang tamu berseberangan dengan bangku yang diduduki oleh Damar.
“ada apa Mar ?.”tanya Cynthia singkat
“tidak ada apa-apa Cyn,  bila kamu tidak keberatan aku mau mengajak kamu dinner sambil berbincang-bincang.”jawab Damar memberitahu maksud kedatangannya.
“maaf, aku tidak bisa lagi pula aku lagi kurang fit.”ucap Cynthia beralasan.
“Oh..Maaf Cyn bila sedang tidak fit. Kalau begitu aku permisi dulu.”sahut Damar yang merasa kecewa namun berusaha untuk menyembunyikannya dengan senyum yang dipaksakan.
“terima kasih ya Mar.”sahut Cynthia sambil berdiri.
Melihat Cynthia berdiri, Damarpun merasa tidak enak dengan segera ia ikut berdiri dan pamit  pulang. Sementara Cynthia segera masuk meninggalkan Damar tanpa harus mengantarnya hingga pintu pagar.

Bukan Damar rasanya, bila disikapi seperti itu oleh Cynthia langsung mundur apalagi ia merasa sebagai anak seorang pengusaha. Rasanya baru pertama kali ini ia mendapat penolakan dari seorang wanita. Biasanya wanita manapun yang ia dekati langsung dengan suka cita menerima ajakannya. Guman Damar dalam hati.

Sementara diruang keluarga papanya Cynthia merasa heran ketika melihat Cynthia sudah duduk bersandar dibahu mamanya.
“Loh, tadi papa lihat ada Damar. Kemana dia ?.”tanya papanya kepada Cynthia sambil meletakankaca mata plusnya dibangku.
“sudah pulang.”sahut Cynthia singkat penuh kesal sambil merebahkan kepalanya dipangkuan mamanya.
“cepat sekali Cyn.”kata papanya lagi sambil melipat Koran yang dibacanya. Sementara Cynthiaa hanya terdiam.
“sudahlah pa. papa tidak perlu mencampuri urusan anak.”sahut mamanya menimpali perkataan papanya.
“Biarkan Cynthia memilih sendiri, mana yang cocok untuk dirinya.”sahut mamanya lagi menegur suaminya.
“bukan papa mau ikut campur ma.” Sanggah papanya Cynthia
“Pokoknya mama tidak suka papa ikut campur, apalagi sampai menjodohkan Cynthia dengan teman-teman papa.” Sungut mamanya mulai emosi.

Cyntia yang mendengar perselisihan antara kedua orang tuanya segera beranjak pergi meninggalkan papa mamanya dengan perasaan kesal menuju kekamarnya sambil membanting daun pintu kamar keras-keras tidak diperdulikannya teriakan papanya.

Cynthia menjatuhkan tubuhnya dipembaringan, namun baru saja ia akan membalikan tubuhnya hp yang berada diatas meja riasnya berdering dengan segera ia menerima panggilan masuk.
"Assalamu'alaikum."terdengar suara yang cukup dikenalnya diseberang sana. 
“Waalaikum salam.”sahut Cynthia merasa senang dan segera ia bangun dari pembaringannya untuk mengambil handsetnya. Hal inilah yang selalu dirasakan oleh Cynthia, disaat ia sedang merasakan kegundahan maka tidak disangka-sangka Andika akan menghubunginya sepertinya ia dapat merasakan kegundahan hatinya. 
“Kamu sedang apa Cyn ?.”tanya Andika “Aku sedang mikirin kamu Dik.”jawab Cynthia manja. 
“berarti sama dong Cyn, dari tadi pikiranku selalu saja ke kamu.
”sahut Andika menggoda 
“Bohong..!.”canda Cynthia 
“Waduh, kok dibilang bohong sih…!.
”sahut Andika lagi bercanda 
“Dik, aku ingun bicara.”kata Cynthia pelan memotong pembicaraan 
“aku ingin berkata.”sahut Andika masih bercanda 
“Berkata apa ?.”tanya Cynthia manja ingin tahu 
“Aku sayang kamu.”ucap Andika seketika dengan mesra 
“Aku sayang kamu juga Dik.”sahut Cynthia seketika juga dengan penuh mesra 
“Mau bicara apa yang ?.”tanya Andika pelan 
“Nanti saja ya yang, bila kita ketemu.”sahut Cynthia menunda keinginannya untuk bicara dengan Andika, karena ia sendiri tidak ingin mengganggu akan perasaan senangnya saat ini walau hanya sekedar bicara melalui telephone dengan Andika. 

Seperti biasanya sabtu malam Andika sudah berada dirumah Cynthia, namun ia tidak menyadari bila kehadirannya tengah diperhatikan oleh seseorang yang berada didalam mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah Cynthia. 

Kini mobil itu mengikuti kearah mana saja mobil yang dikendarai oleh Andika pergi, hingga berhenti beberapa meter dari mobil Andika yang diparkir disalah satu restoran masakan Jepang kesukaan Cynthia dibilangan Jl. Sudirman – Jakarta Selatan. Cynthia dan Andika sengaja memilih tempat duduk yang berada didalam ruangan tersendiri dengan dekorasi bernuansa Jepang. 
“Dik, kamu mau pesan menu yang mana ?.”tanya Cynthia sambil memberikan daftar menu pada Andika. 
“Apa ya Cyn !?.”sahut Andika balik bertanya sambil membolak-balik daftar menu. 
“Aku pesan Ton Katsu dan orange summer saja Cyn ?.kata Andika 
“Kamu pesan apa Cyn ?.tanya Andika sambil memberikan daftar menu pada Cynthia 
“Aku mau pesan apa ya..!?.”sahut Cynthia agak bingung juga 
“samain saja ya Dik, tapi aku tambah Takoyaki dan minumnya lemonade mint.
”katanya lagi sambil memanggil pelayan resto. 
“Oh. Iya !, katanya ada yang ingin kamu bicarakan Cyn ?.”tanya Andika ditengah pembicaraan 
“Tapi kamu janji tidak akan marah dan kecewa ya Dik.”sahut Cynthia sambil menggenggam tangan Andika. “Kenapa harus marah dan kecewa Cyn.”ucap Andika sedikit memicingkan matanya merasa tidak mengerti dengan apa yang akan dibicarakan oleh Cynthia.

Terlihat Andika begitu serius mendengarkan pembicaraan Cynthia sambil sesekali mengangukan kepala. terlihat tidak ada tersirat kekecewaan diwajahnya apalagi hingga marah.
Malah sebaliknya kini ia merasakan ketenangan dan rasa sayangnya yang begitu dalam saat Andika memberi pengertian dan berkata.  
"Cynthia, hidup itu penuh ujian dan ini salah satu bentuk ujian untuk hubungan cinta kasih kita."
"Dan sekarang kita harus lebih sabar dan dewasa dalam menyikapi segala sesuatunya."kata Andika lagi sambil meminum orange summer. Cynthia yang mendengar perkataan Andika segera menggeser tubuhnya dan memeluk tubuh dengan manja sambil merengkuh lengan Andika. 
"Satu hal yang harus kamu yakini, bila Allah SWT telah menggariskan kita bersatu maka apapun ujiannya tetap kita akan bersatu."ucap Andika dengan tegas.
"iya Dik, maafkan aku ya..!."ucap Cynthia manja.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan Cyn. Pintaku jaga cinta kasih yang telah kita bina dan jangan terpengaruh akan segala intrik-intrik yang ada, aku yakin papa dan mama pasti mengerti akan hubungan cinta kasih kita."ucap Andika sambil mengecup kening Cynthia dengan mesra.
Cynthiapun dengan segera mengecup kedua pipi Andika dan ditatapnya wajah Andika dengan penuh mesra. Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu Dik.ucap Cynthia dalam hati sambil memeluk tubuh Andika erat-erat dengan curahan perasaan cinta kasihnya yang semakin bersemayam dilubuk hatinya.   

Comments