Bunda...



Mega pekat kian berarak
Diatas tanah pijak kian tak kuat
Sepotong bambu menopang raga
Tertatih melangkah diantara cadas menganga
       Anak berontak…bunda menahan derita
       Terbaring bunda pertaruhkan jiwa berdoa
       Darah mengalir bunda merintih penuh ratap
                                                  Satu hentakan & tarikan nafas..anak mulai meronta..terdiam penuh tanya
Hitungan detik anak mulai menjerit beban terbawa
Mengisi hidup didunia nan penuh problema
Tuntunan & tuntutan pertaruhkan jiwa
Mengisi hidup dalam sepenggal masa
      Anak meratap penuh haru
      Bersimpuh didepan nisan berbatu
      Kini bunda terbujur kaku
       Hidup dalam keabadian kasih sayang….sepanjang waktu

Puisi ini didedikasikan untuk menyambut hari ibu "say....I Love You Mama."

No comments:

Post a Comment