Munajat Hati...

Anakq bersihkanlah hati
Tanggalkan kemunafikan & kedengkian
Bila kau ingin bermunajat kepada ilahi
Tak guna munajatmu bila terselip kebencian

Anakq...jangan bicara suci
Bila hati berlumur dusta
Jangan memutar haluan berujung nista
Bila hati berselimut ambisi..

HBD My Son

Telah kuserahkan tinta emas itu agar dapat kau gunakan semestinya
Menggores lembar demi lembar akan arti kehidupan penuh makna
Kesuksesan, kesejahteraan, kebahagiaan & keselamatan dunia akhirat
Bukan pada karyamu semata tapi amal ibadahmu yang menentukannya kelak diakhir hayat

Aq sudah renta..sudah saatnya kau duduk disinggasana
Merajut tali kasih bagi sesama dengan bijaksana
Kerana memang itulah aturan yang ada bagi agama dan keturunan kita
Terucap untukmu anakku Alfaraby Ceina Al Ghazali..Selamat ulang tahun Semoga dirimu berguna bagi agama, keluarga, sesama & bangsa.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin.🙏

Boneka Tirani...

Jiwa nan rapuh
Renungkanlah
Tanggalkan kekotoran hati barang sejenak
Agar tak tersimpan onak dalam benak

Jangan pernah lupa akan pergulatan sejarah
Ketika tirani mencengkram kuat menjarah
Dipelupuk mata hanya nampak harta  
Dalam jiwa ambisi tuk merebut tahta...

Kata-kata ambigu kian merajalela
Kebenaran hanya penghias bibir semata
Melempar bola panas..lalu bersembunyi
Sesudahnya boneka tak lagi berarti...

Hilangnya Keindahan Permadani...

Menari..bernyanyi penuh riang
Menabur simpati diatas permadani 
Tak lelah hidup turuti ambisi
Terbang melayang kian mengalang

Indahnya permadani dijadikan penghias diri
Sarana alas kaki tutupi perangai 
Sayang..disayang permadani lupa diri
Akan arti hidup nan hakiki

Hingga sujud tak lagi beralas permadani
Duduk diantara dua sujud rasakan dingin & kerasnya keramik
Oh..permadani tidakkah sadar akan pernak pernik
Tempatmu lebih tinggi diantara ambisi duniawi...

AJP 84...

Ketika segumpal asa menari dipelupuk mata
Tak bergeming diri meniti bebatuan terjal
Menatap jejak tertinggal
Akan bait cerita dalam ketukan 

Satu persatu berada diseberang mata
Menggores pena merengkuh impian 
Satu persatu melukis mayapada
Warnai kehidupan nan penuh makna

Lalu...satu persatu diantara kita
Mulai telusuri jejak terlupa
Merajut kembali akan luahan rasa
Berbagi suka hadirkan ceria...AJP 84.

02 July lalu...

Lama menatap buku usang nan terikat
Kembali angan melayang terbentang layar lebar
2 july ketika pena menggores lembar demi lembar
Dalam buaian kidung asmara yang menggamit erat

Melukis nirwana merengkuh sejuta mimpi
Luahan kasih seakan tak bertepi
Kini hanya tersisa segumpal janji teronggok berteman sepi
Biarlah buku usang kan menjadi saksi akan kasihku teruntuk buah hati...

Anakku...

Anakku...
Hidup adalah putaran satu masa
Dari penggalan cerita penuh arti
Tak perlu korbankan lain jiwa
Hanya untuk mencapai tujuan tak abadi

Anakku
Selaraskan pikiran & jiwa
Tak perlu busungkan dada
Dengan apa yang kau miliki
Kerana sgalanya hanyalah milik ilahi

Anakku
Tetap tegarlah kau berdiri
Walau hanya disatu kaki
Dunia hanyalah ilusi
Tak perlu kau takuti

Anakku
Tak ada yang dapat aku berikan
Selain bait bait puisi yang mulai kusam
Namun tersirat ilmu yang beragam
Tersurat ibadah & kesolehan...

Semoga kesehatan, keselamatan, kesuksesan & kesolehan serta kesejahteraan & kebahagiaan senantiasa mengiringi kehidupan anak2ku beserta keluarga & keturunannya kelak. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.